Mengabdi di MTsN 2 Kota Malang, Muslihan: Rasanya Seperti Pulang ke Rumah

12 Januari 2026 13:33 12 Jan 2026 13:33

Thumbnail Mengabdi di MTsN 2 Kota Malang, Muslihan: Rasanya Seperti Pulang ke Rumah

Waka Humas MTsN 2 Kota Malang, Muslihan S.Ag, mengaku merasa seperti pulang ke rumah ketika ditugaskan kembali ke madrasah. (Foto: Mutia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Pulang ke rumah. Ungkapan itu cocok untuk menggambarkan perjalanan karier Muslihan S.Ag ketika mendapat tugas untuk mengajar di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Malang, pada 2023 lalu.

Bagi Muslihan, mengajar di madrasah bak pulang ke rumah sendiri. Sejak kecil, pria kelahiran Lamongan ini memang lekat dengan pendidikan madrasah.

"Saya itu dilahirkan madrasah. Pendidikan dasar saya semua dihabiskan di madrasah, Mulai ibtidaiyah, tsanawiyah, sampai aliyah," ucap Muslihan.

Ketika melanjutkan studi ke perguruan tinggi, Muslihan pun kuliah di kampus yang masih berbau madrasah, di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Kota Malang.

"Jadi semuanya masih jalur Kementerian Agama semua," sambungnya.

Namun, ketika lulus kuliah dan mulai mengajar, pria yang pernah mondok di Pondok Tambak Beras Jombang ini, tak lagi berada di jalur Kementerian Agama. Alih-alih di madrasah, ia mengajar di sekolah menengah pertama.

"Waktu itu, saya mengajar di SMP Darul Ulum, di Bumiayu, Kota Malang," tuturnya.

Pada 2005, Muslihan berpindah tugas. Kali ini, ia dipercaya mengajar di SMAN Taruna Nala, Kota Malang. 

"Ini adalah sekolah negeri yang ada asramanya. Mirip pondok, tapi bukan pondok. Ada sejumlah perbedaan antara SMA seperti ini dengan pondok," kata Muslihan.

Menurut Muslihan, di SMA berasrama, disiplin adalah jiwanya. Setiap tindak-tanduk siswa dan pengajar diatur secara ketat. 

"Misalnya, ketika ketemu guru atau seniornya, ada aturan untuk memberi hormat," papar guru Pendidikan Agama Islam tersebut.

Hal ini, sambung pria 51 tahun tersebut, berbeda dengan kehidupan di pondok. Meski sama-sama menerapkan model asrama, di pondok hubungan terasa lebih erat.

"Suasana kekeluargaan sangat terasa. Hubungannya pun terasa lebih egaliter," tegasnya.

Akhirnya, setelah 18 tahun mengabdi di SMAN Taruna Nala, Muslihan bisa pulang ke 'rumah'. Pada 2023 lalu, ia dipercaya untuk menjadi guru di MTsN 2 Kota Malang.

"Rasanya seperti pulang ke rumah. Keduanya sama-sama baik. Namun, di sini, saya benar-benar pulang ke rumah yang lama saya tinggalkan," Muslihan menandaskan. (*)
 

Tombol Google News

Tags:

Muslihan MTsN 2 Kota Malang SMAN Taruna Nala Kota Malang