KETIK, JAKARTA – Bulan Ramadhan identik dengan teh hangat, kopi, dan gorengan.
Namun di balik kenikmatannya, ada risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.
Seorang influencer kesehatan dan pebisnis, dr. Tirta Mandira Hudhi atau yang akrab disapa Cipeng, mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan mengonsumsi teh dan kopi, terutama saat sahur.
Dalam perbincangannya di podcast bersama Habib Ja'far dan Onadio Leonardo, ia menjelaskan bahwa minuman berkafein seperti teh dan kopi dapat meningkatkan kerja ginjal.
“Minum teh dan kopi saat sahur sangat tidak dianjurkan. Kita akan sering pipis dan akan sering haus,” ujarnya, dikutip Jumat, 27 Februari 2026.
Menurut pria 34 tahun kelahiran Surakarta itu, efek diuretik dari kafein membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Akibatnya, rasa haus akan lebih mudah muncul saat menjalani puasa seharian.
Ia menyarankan agar saat berbuka, air putih menjadi pilihan pertama. Setelah berpuasa, tubuh mengalami kekurangan cairan, gula, dan elektrolit sehingga perlu dikembalikan secara bertahap.
Untuk memenuhi kebutuhan gula, ia menganjurkan konsumsi tiga buah kurma.
Satu buah kurma mengandung sekitar 30 hingga 50 kalori, sehingga tiga buah kurma dinilai cukup untuk membantu mengembalikan energi awal sebelum menyantap makanan berat.
Selain minuman berkafein, dr Tirta juga menyoroti kebiasaan berbuka dengan gorengan. Ia tidak sepenuhnya melarang, namun mengingatkan agar tidak berlebihan.
“Gorengan sekali-sekali gapapa sih, kan ga langsung wafat juga,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan utama bukan pada jenis gorengan atau alat memasaknya, melainkan pada penggunaan minyak yang dipakai berulang kali hingga menghitam.
Minyak yang digunakan berkali-kali dapat menghasilkan lemak trans yang berbahaya bagi tubuh.
“Lemak itu dibagi dua, lemak jenuh dan lemak trans. Yang bahaya adalah lemak trans. Kalau berkali-kali dipakai goreng bikin kriuk jadi lama,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, konsumsi lemak trans berlebihan dapat memicu terbentuknya sumbatan pada pembuluh darah yang sulit dikontrol.
Kebiasaan berbuka dengan gorengan selama 30 hari penuh, kemudian dilanjutkan konsumsi makanan tinggi lemak saat Lebaran, dapat berdampak pada kenaikan tekanan darah.
“Pas buka pakai gorengan terus selama 30 hari. Nah, pas Lebaran makan gule kambing terus tensinya naik, yang disalahin malah gule kambingnya. Angel!,” tambahnya.
Ia pun mengingatkan agar masyarakat lebih bijak memilih menu sahur dan berbuka. Air putih dan kurma dinilai lebih aman dan sesuai untuk kondisi tubuh setelah berpuasa, dibandingkan langsung mengonsumsi gorengan, teh, atau kopi dalam jumlah banyak.(*)
