KETIK, MALANG – Dwi Puspita Sari membeber keseharian Aisyah Al-Rumy, wakil Indonesia pada ajang Dubai International Holy Quran Award. Wali Kelas 4 SD Tahfidz Al Qur'an Daarul Ukhuwwah ini menyebut Aisyah jago dalam menghafal.
"Pada umumnya, sama seperti anak-anak lain. Namun, Mbak Aisyah itu punya kelebihan mudah dalam menghafal. Dia cepat sekali kalau menghafal,” ujar Dwi.
Di sekolah, Aisyah mengikuti kelas intensif tahfidz dengan target menyelesaikan hafalan 30 juz. Saat ini, hafalan Aisyah telah mencapai juz 15. Setiap hari, ia menargetkan menghafal satu halaman Al-Qur’an dan melakukan murojaah atau mengulang hafalan hingga empat juz per hari.
“Sekarang Mbak Aisyah sudah menghafal di juz 15. Setiap harinya punya target satu halaman, dan murojaah empat juz tiap hari,” kata Dwi.
Dalam pelajaran umum, Aisyah juga menunjukkan prestasi yang baik, terutama pada mata pelajaran Bahasa Arab.
“Yang paling menonjol Bahasa Arabnya. Nilainya tidak selalu sempurna seperti, tapi bagus,” tambah Dwi.
Selain kemampuan hafalan, Aisyah juga dikenal memiliki suara yang indah saat melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an. “Masya Allah, dia juga dikaruniai suara yang indah oleh Allah,” tutur Dwi.
Meski memiliki rutinitas murojaah yang padat, Aisyah tetap menunjukkan sisi ceria layaknya anak seusianya. Dwi menyebut, Aisyah tetap suka bermain, namun lebih memilih murojaah sebagai kegiatan hariannya.
“Umumnya anak-anak, Mbak Aisyah suka bermain, tapi dia juga suka murojaah,” jelasnya.
Aisyah Al-Rumy menjadi wakil Indonesia dalam ajang Dubai International Holy Quran Award 2026. Di kategori perempuan, ia bersaing dengan Jana Ehab Ramadan dari Mesir dan Sara Abdul Karim Alhlak dari Suriah.
Aisyah lolos setelah melalui dua tahap kualifikasi dalam ajang yang diselenggarakan oleh penguasa Dubai, Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Kompetisi ini diikuti lebih dari 5.000 peserta dari 105 negara.
Selain oleh juri, pemenang ajang ini ditentukan oleh vote, yang bisa diakses di tautan ini. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 2 Maret 2026 mendatang. (*)
