KETIK, JAKARTA – Dubai International Holy Quran Award (DIHQA) merupakan salah satu ajang paling bergengsi di dunia Islam dalam bidang hafalan dan tajwid Al-Qur’an. Kompetisi ini rutin digelar setiap bulan suci Ramadan dan diikuti peserta dari berbagai negara.
Dilansir dari laman resminya, ajang ini disebut bertujuan untuk menyebarkan budaya dan ilmu Al-Qur’an melalui program berkelanjutan, kompetisi tingkat lokal hingga internasional, serta berbagai kegiatan yang mendukung para penghafal Al-Qur’an. Selain itu, DIHQA juga memberikan penghargaan kepada individu maupun lembaga yang berjasa dalam pengembangan ilmu-ilmu Al-Qur’an.
Kompetisi ini pertama kali digelar pada 1997 atas arahan penguasa Dubai, Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Sejak penyelenggaraan perdananya, ajang ini telah diikuti 2.107 peserta dari 91 negara, menjadikannya salah satu kompetisi tilawah Al-Qur’an paling prestisius di tingkat global.
“Dalam menyambut Ramadan, bulan berkah, rahmat, dan kasih sayang, kita memperbarui komitmen untuk menghormati Al-Qur’an yang suci, menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan belas kasihnya, serta menginspirasi generasi mendatang untuk memegang teguh nilainya,” kata Mohammed bin Rashid Al Maktoum tentang alasan digelarnya Dubai International Holy Quran Award.
Untuk kategori hafalan 30 juz, kompetisi ini terbuka bagi peserta laki-laki dan perempuan berusia di bawah 16 tahun dari seluruh negara. Peserta diwajibkan telah menghafal Al-Qur’an secara sempurna dengan tajwid dan bacaan yang baik. Peserta yang pernah lolos ke babak final atau meraih penghargaan pada edisi sebelumnya tidak diperkenankan mengikuti kembali kategori yang sama.
Selain kemampuan hafalan, peserta juga diwajibkan mematuhi ketentuan waktu ujian, mengenakan pakaian nasional masing-masing negara, serta menjaga etika dan tata tertib selama mengikuti rangkaian kegiatan di Uni Emirat Arab.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi panitia. Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran, melampirkan salinan paspor, foto pribadi, serta mengunggah video tilawah dengan kualitas audio yang jelas. Pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri maupun melalui rekomendasi lembaga Al-Qur’an resmi di negara masing-masing.
Seleksi peserta dilakukan melalui tiga tahap. Tahap pertama berupa pengiriman video tilawah berdurasi maksimal tiga menit tanpa efek suara. Peserta yang lolos akan mengikuti tahap kedua secara daring. Sementara peserta dengan nilai terbaik di tahap kedua akan diundang ke Dubai untuk mengikuti seleksi tatap muka pada tahap akhir. Pemenang akan diumumkan pada penutupan resmi kompetisi.
Tahun ini, pengumuman pemenang akan dilakukan dalam upacara penutupan yang dihelat pada 2 Maret 2026 di Dubai. (*)
