Mau Investasi di Reksadana? Yuk Kenali Jenis dan Risikonya

25 Maret 2026 02:01 25 Mar 2026 02:01

Thumbnail Mau Investasi di Reksadana? Yuk Kenali Jenis dan Risikonya

Ilustrasi SMBC (Foto: SMBC)

KETIK, JAKARTA – Reksadana merupakan salah satu produk investasi yang sangat cocok bagi investor pemula. Sebab reksadana dikelola oleh profesional yang biasanya disebut sebagai manajer investasi.

Berinvestasi di reksadana juga cocok bagi investor yang tidak punya banyak waktu untuk mengawasi investasinya. Reksadana juga mudah dipahami sehingga memberikan kemudahan.

Namun, sebelum berinvestasi di reksadana, perlu dipahami jenis-jenis dan risikonya. Berikut ragam reksadana seperti dilansir Syailendra Capital:

Reksadana Pasar Uang (RDPU)

Reksadana pasar uang cocok untuk investasi jangka pendek. Biasanya instrumen RDPU berupa deposito berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan lain-lain. Risiko investasi ini biasanya sangat kecil, namun potensi return-nya juga rendah.

Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT)
 
Reksadana pendapatan sangat cocok untuk investasi jangka menengah antara 3-5 tahun. Risikonya lebih tinggi dari RDPU, namun return-nya lebih stabil. Biasanya instrumennya berupa obligasi.

Reksadana Campuran

Bagi yang mau berinvestasi 4-7 tahun, Reksadana Campuran bisa menjadi pilihan yang tepat. Risikonya bisa diminalkan oleh manajer investasi, tapi return-nya cukup stabil. Biasanya instrumennya berupa pasar uang, obligasi hingga saham.

Reksadana Saham

Reksadana saham memiliki risiko yang paling tinggi karena fluktuasi harga. Karena itu, jenis reksadana ini cocok untuk investasi jangka panjang dan potensi return-nya juga lebih besar.

Reksadana Syariah

Bagi yang ingin berinvestasi syariah dan menghindari riba, reksadana syariah bisa menjadi pilihan yang cocok. Ada beberapa produk irekdasana syariah yang disediakan sesuai dengan ajaran Islam.(*)

Tombol Google News

Tags:

reksadana RDPU RDPT syariah