KETIK, MALANG – Pelatih Arema FC Marcos Santos mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya usai menahan imbang Malut United dengan skor 1-1 pada laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat, 3 April 2026.
Menurut Marcos, pertandingan berjalan sulit mengingat Malut United merupakan salah satu tim kuat di papan atas klasemen Liga 1. Namun, kondisi tim yang tidak ideal tak menghalangi para pemain Arema FC untuk tampil disiplin sesuai instruksi.
“Ini pertandingan yang sulit. Mereka tim papan atas, tim yang sangat kuat dengan pemain-pemain berkualitas. Tapi saya bangga dengan tim saya,” ujar Marcos Santos dalam konferensi pers usai laga.
Ia menegaskan kebanggaannya semakin besar karena Arema FC harus bermain tanpa tujuh pemain, termasuk enam pemain asing yang biasa menjadi starter. Meski demikian, para pemain yang tampil dinilai mampu menjalankan skema yang telah dipersiapkan tim pelatih.
“Saya bangga kepada tim dan para pemain karena mereka menjalankan dengan tepat apa yang sudah dilatih. Bahkan saya rasa kami layak meraih kemenangan,” katanya.
Dalam laga tersebut, Marcos mengungkapkan dirinya sengaja mengubah pendekatan taktik dengan tidak memainkan gelandang murni. Strategi itu dipilih demi menghadirkan tim yang lebih cepat dan memiliki mobilitas tinggi untuk membongkar pertahanan solid Malut United.
“Hari ini kami memutuskan bermain tanpa gelandang karena kami membutuhkan tim yang lebih cepat, dengan mobilitas yang lebih tinggi, terutama untuk menghadapi lini pertahanan mereka yang sangat kuat,” jelasnya.
Pelatih asal Brasil itu menambahkan, skema taktik tersebut nyaris membuahkan hasil maksimal. Menurutnya, Arema FC bahkan sempat berada dalam posisi yang sangat dekat untuk mengamankan kemenangan.
“Kami mengambil keuntungan dari bek mereka dan dengan taktik ini kami sebenarnyanyaris memenangi pertandingan,” ungkap Marcos.
Meski hanya meraih satu poin, Marcos tetap memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemain Arema FC yang tampil penuh semangat di tengah keterbatasan skuad.
“Kami bermain tanpa tujuh pemain, enam di antaranya pemain asing inti. Dengan taktik yang ada, kami sudah melakukan yang terbaik dan grup ini layak mendapat pujian,” tandasnya.
