KETIK, MALANG – Lepet menjadi kuliner tradisional Jawa yang wajib ada saat badha Syawal atau tujuh hari setelag Hari Raya Idulfitri. Sehingga, banyak orang yang penasaran filosofi dari jajanan tradisional ini.
Lepet sendiri merupakan sajian yang disuguhkan di setiap lebaran. Kata lepet berasal dari kata "silep" yang bermakna "kubur atau simpan" sedangkan "rapet" dengan makna "rapat". Salah satu peribahasa terkenal tentang lepet adalah "mangga dipun silep ingkang rapet" yang bermakna "mari kita kubur yang rapat".
Tak hanya itu, lepet juga memiliki simbol kesucian dan kebersihan. Sehingga, banyak masyarakat suku Jawa yang memanfaatkannya sebagai gantungan di depan rumah (atap, pintu, dan lainnya) dengan tujuan mengusir hal-hal negatif.
Jajanan lepet sendiri terbuat dari beras ketan yang ditambah dengan kelapa muda parut dan sedikit garam. Kemudian dibungkus dengan daun kelapa muda atau janur, setelah itu direbus hingga matang.
Bentuk lepet sendiri mirip dengan lemper dan lontong, meski perbedaannya ada pada teksturnya yang lebih liat dan lengket. Jajanan lepet memiliki bentuk yang sangat unik menyerupai mayat.
Lepet juga diberi tali tiga melingkar seperti pembungkus jenazah. Hal tersebut yang mempertegas bentuknya yang semakin menyerupai mayat. Secara filosofis, ditali tiga seperti mayat ini memberikan makna bahwa kesalahan sebaiknya tak menjadi dendam sampai mati.
Selain itu, teksturnya yang lengket juga menjadi simbol bahwa manusia tak luput dari kesalahan dan dengan adanya lepet, sifat saling memaklumi dan memaafkan kesalahan satu sama lain.
Berikut cara membuat jajanan lepet yang simpel untuk sajian Lebaran.
Resep
• 500 gram beras ketan putih, rendam 1 jam, kemudian tiriskan
• 100 gram kacang tolo/kacang tunggak, rendan 1 jam dan tiriskan
• 300 gram kelapa parut setengah tua
• 1 sdt garam
• Daun kelapa muda secukupnya untuk membungkus
• Tali secukupnya untuk mengikat
Cara membuat lepet ketan:
1. Campur beras ketan dengangaram, kelapa parut, dan kacang tolo.
2. Buka setiap helai daun kelapa, gulung hingga membentuk cerobong dengan ukuran 10 x 3 cm, tusuk lidi pada salah satu ujungnya agar tertutup dan ikat rapst dengan tali supaya isinya tidak keluar.
3. Masak pada air mendidih satu hingga dua jam sampai matang, tambahkan air panas jika air rebusan berkurang.
4. Angkat dan tiriskan, kemudian buka talinya saat dingin.
Itu tadi beberapa informasi penting yang bisa menambah wawasan terkait kuliner tradisional Jawa lepet yang menjadi suguhan Lebaran.(*)
