KETIK, YOGYAKARTA – Libur Lebaran telah tiba. Yogyakarta kembali mengukuhkan posisinya sebagai destinasi utama masyarakat Indonesia untuk menghabiskan waktu berlibur. Di masa-masa puncak seperti ini, Daerah Istimewa tersebut selalu dipadati oleh lautan wisatawan.
Jika biasanya Jogja identik dengan Bakpia dan keriuhan Malioboro, beberapa tahun terakhir muncul istilah "Tak ke Jogja kalau Belum Makan Sate Klathak Pak Pong". Warung ini telah menjadi destinasi wisata kuliner yang paling diburu oleh para pendatang.
Berlokasi di Jalan Sultan Agung No. 18, Jejeran II, Wonokromo, Kec. Pleret, Kabupaten Bantul, Sate Klathak Pak Pong memiliki ciri khas unik dalam proses memasaknya. Sate ini tidak menggunakan bambu, melainkan jeruji sepeda motor yang telah dibersihkan sebagai tusuk sate. Penggunaan besi ini dipercaya menghantarkan panas hingga ke bagian dalam daging secara merata.
Nama "Pak Pong" sendiri diambil dari nama masa kecil sang pemilik yang aslinya bernama Zakaroh. Kini, kepopulerannya begitu meledak hingga muncul tagline yang menyebut kunjungan ke Jogja belum sah tanpa mencicipi sate ini.
Saat ini, operasional Pak Pong 1 dikelola oleh anak kedua pemilik bernama Syafik. Mahasiswa jurusan Manajemen di Universitas Islam Indonesia ini dibantu oleh kurang lebih 50 karyawan. Meski baru menginjak usia 20 tahun, Syafik memilih terjun langsung mengelola warung dan menusuk daging sate ketimbang sekadar nongkrong bersama teman sebaya.
Proses pembakaran sate kambing menggunakan jeruji sepeda motor sebagai tusuk satenya di Sate Klathak Pak Pong. (Foto: Dok. Ketik.com)
Ketekunan tersebut berbuah manis. Dengan resep turun-temurun yang terjaga, bumbu sate yang meresap membuat siapa pun ketagihan.
Pada momen Lebaran kali ini, tercatat sebanyak 70 ekor kambing muda habis dalam sehari. Lonjakan pengunjung membuat antrean mengular hingga hampir tiga jam, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para pemburu kuliner.
"Saat Lebaran, kurang lebih 70 ekor per hari, antisipasi, mungkin persiapan-persiapan dan nambah karyawan, menjaga resep selalu dikontrol, melestarikan resep sendiri,” tutur Syafik, Senin, 23 Maret 2026.
Menurut Syafik, meski antrean saat libur Lebaran bisa mencapai tiga jam, para tamu yang mayoritas berasal dari luar kota tetap antusias. Ia memastikan kualitas tetap terjaga.
"Libur Lebaran, Pak Pong 1 kurang lebih 50 karyawan menyambut lebaran, bahan-bahan selalu disiapkan. Jam buka sama seperti biasa, rata-rata tamu luar kota, kambing usia muda cempe, tantangan pas lebaran antrinya sampai 3 jam an, tapi tetep orang senang,” imbuhnya.
Warung Sate Klathak Pak Pong dipenuhi pengunjung saat libur Lebaran. (Foto: Dok. Ketik.com)
Salah satu wisatawan asal Malang, Layya Haura, menceritakan perjuangannya demi menikmati hidangan ini. Meski sempat terjebak macet, ia tetap menyempatkan mampir walau harus mendapati nomor antrean yang terpaut jauh.
"Setelah salat Idulfitri di Malang, hari ini kami berlibur ke Jogja bersama keluarga, tadi kami sempat di Exit Prambanan terkena macet, tapi Alhamdulillah bisa sampai di warung Sate Klathak Pak Pong. Saat di warung sate ini kami dapat antrean nomor 249, saat itu yang sedang dilayani nomor 170, jadi saya merasakan antre hampir 2,5 jam sampai 3 jam," ucapnya.
Layya dan keluarganya memesan variasi menu mulai dari sate klathak, tongseng, tengkleng, hingga nasi goreng kambing.
"Alhamdulillah tepat 3 jam menu yg kami pesan, sate klatak 7 porsi, tongseng, tengkleng, beserta nasi goreng kambingnya datang semua dan kami lahap memakannya, kami biasanya memang berlangganan ke sini sebelum memasuki Jogja, kami masuk ke sate Pak Pong baru nanti kami ke Malioboro," ungkap Layya Haura.
Bagi Layya, Sate Klathak Pak Pong adalah salah satu destinasi kuliner sate kambing terbaik di Indonesia dengan tekstur daging yang lembut dan potongan besar.
"Waduh, Sate Pak Pong ini the best sate kambing dan sate kambing terbaik di Indonesia yang menurut saya adalah Sate Pak Pong ini, satenya lembut, besar-besar dan ciri khasnya tusuk satenya menggunakan jeruji sepeda motor, rasanya enak sekali, semua kalau mau ke Jogja, tak ke Jogja kalau belum ke Sate Klathak Pak Pong," ujar wisatawan asal Malang tersebut.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati kuliner otentik Jogja, Sate Klathak Pak Pong menjadi pilihan utama hidangan yang wajib dicoba saat berlibur ke Yogyakarta.(*)
