KETIK, SAMPANG – Pembangunan ruang kelas baru (RKB) di Yayasan Pendidikan Anak Usia Dini dan Kelompok Bermain (PAUD/KB) Hidayah Arrum, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, yang bersumber dari anggaran tahun 2025, hingga kini belum rampung.
Alih-alih menghadirkan fasilitas belajar yang layak, proyek tersebut justru mengkrak. Aktivitas konstruksi terhenti karena pelaksana proyek tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai rencana.
Ketua Yayasan PAUD Hidayah Arrum, Mursidah, mengatakan bahwa lembaganya menerima bantuan pembangunan satu ruang kelas baru pada tahun lalu. Proyek tersebut mulai dikerjakan pada akhir 2025, namun hingga Maret 2026 belum juga selesai.
"Kalau tidak salah anggarannya sekitar Rp149 juta," ujar Mursidah, Rabu,25 Maret 2026.
Ia berharap pelaksana proyek segera bertanggung jawab untuk menuntaskan pembangunan agar ruang kelas dapat segera digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
"Terus terang, sekolah kami sangat membutuhkan ruang kelas untuk menunjang kegiatan pembelajaran," katanya.
Sementara itu, pelaksana proyek, Jamawi, mengaku belum dapat melanjutkan pekerjaan karena dana proyek belum dicairkan. Ia menyebut telah mengeluarkan biaya pribadi untuk memulai pembangunan.
"Sampai sekarang anggarannya belum cair. Saya sudah menghabiskan dana sekitar Rp67 juta. Mau dilanjutkan bagaimana kalau dananya tidak jelas? Bisa rugi besar saya," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Informal Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Dewi Trisna, menjelaskan bahwa proyek pembangunan RKB tersebut bukan berasal dari anggaran Dinas Pendidikan.
"Itu bantuan dari DPRD, bukan dari dinas. Kami hanya menganggarkan untuk perencanaannya saja. Untuk kegiatan fisik tidak ada, bisa dicek di LPSE," kata Dewi Trisna.
Ia menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan kelanjutan pembangunan tersebut dapat dianggarkan dalam APBD 2026.
"Harus melihat ketersediaan anggaran dulu," ujarnya.(*)
