KETIK, MALANG – Eksistensi Kampung Kayutangan Heritage semakin tak diragukan. Popularitasnya sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Malang mampu menarik sekitar 50.000 kunjungan sampai dengan perayaan tahun baru 2026.
Ketua Pokdarwis Kampung Kayutangan Heritage Kota Malang, Mila Kurniawati, menjelaskan rata-rata terdapat lebih dari 3.000 kunjungan wisatawan setiap hari di momen Natal dan Tahun Baru (Nataru). Bahkan pada 27-28 Desember 2025 lalu, tingkat kunjungan 5.500 wisatawan per hari.
"Kemarin saat malam tahun baru ada 3.000 pengunjung lalu siangnya masih sempat ambil 600 tiket lagi. Dalam sepekan kira-kita bisa sampai 50.000 kunjungan. Empat hari kemarin saja 20.000 lebih," ujarnya, Kamis 1 Januari 2026.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan hingga 100 persen dibandingkan Nataru 2024 dengan total 14.000 pengunjung. Popularitas Kampung Kayutangan Heritage salah satunya ditunjang oleh diraihnya Anugerah Wonderful Indonesia Award.
"Kalau dibandingkan Nataru 2024, saat ini peningkatannya 100 persen. Dapat pengaruh dari penghargaan Wonderful Indonesia juga jadi semakin banyak pengunjung yang datang," lanjutnya.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menjelaskan kunjungan ke Kayutangan Heritage juga menunjang capaian target 3,3 juta kunjungan wisata tahun 2025 Kota Malang. Setiap tahunnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Malang menunjukkan tren yang positif.
“Dari realisasi akhir November kemarin dan perhitungan selama Natal, Kayutangan bisa sampai 5.000 pengunjung. Sehingga kami yakin target 3,3 juta kunjungan wisata tahun ini tercapai,” kata Baihaqi.
Baihaqi menyebutkan sejumlah 32.000 pengunjung yang datang ke Kota Malang pada Nataru 2024. Kunjungan wisata meningkat tajam menjadi 58.000 wisatawan pada 2025.
"Prestasi Kampung Kayutangan Heritage di Wonderful Indonesia Award yang mengungguli 360 Pokdarwis se-Indonesia menjadi daya tarik tersendiri. Banyak daerah yang studi banding dan meniru pengelolaan Kampung Kayutangan," tutupnya. (*)
