KETIK, SURABAYA – Operasional perjalanan kereta api di lintas utara Pulau Jawa pascabanjir di wilayah Pekalongan terus menunjukkan perkembangan positif. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menyebut, kecepatan perjalanan kereta api pada petak jalan Pekalongan–Sragi kini telah ditingkatkan menjadi 40 kilometer per jam.
Peningkatan kecepatan tersebut dilakukan seiring membaiknya kondisi prasarana jalur setelah KAI menyelesaikan sejumlah pekerjaan perbaikan dan pemeriksaan menyeluruh pada lintasan yang sebelumnya terdampak genangan banjir.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan peningkatan kecepatan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan.
“KAI secara bertahap meningkatkan kecepatan perjalanan kereta api di jalur Pekalongan–Sragi menjadi 40 km/jam setelah prasarana dinyatakan aman dan layak operasi. Evaluasi teknis terus dilakukan di lapangan,” ujarnya, Rabu 21 Januari 2026
Menurut Mahendro, pemulihan lintas utara berdampak positif terhadap kelancaran perjalanan kereta api jarak jauh, termasuk layanan dari dan menuju wilayah Daop 8 Surabaya ke Jakarta. KAI juga mengoptimalkan koordinasi lintas unit serta meningkatkan kesiapsiagaan petugas di lapangan.
Meski demikian, selama masa pemulihan prasarana, KAI Daop 8 Surabaya melakukan penyesuaian operasional dengan membatalkan dua perjalanan kereta api tambahan, yakni KA 7001A Gajayana Tambahan relasi Malang–Gambir pada 20–22 Januari 2026 serta KA 7003A Sembrani Tambahan relasi Surabaya Pasarturi–Gambir pada 21–26 Januari 2026.
KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut dan memberikan kompensasi berupa pengembalian bea tiket 100 persen di luar biaya pemesanan atau penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan sesuai ketentuan.
Berdasarkan data sementara KAI Daop 8 Surabaya, sejak Jumat 16 Januari 2026 hingga Rabu 21 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 4.889 penumpang telah melakukan pembatalan tiket.
“KAI berkomitmen mempercepat pemulihan operasional secara aman dan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pelanggan,” tutup Mahendro. (*)
