KETIK, SURABAYA – Anggota MPR RI sekaligus anggota DPD RI Dapil Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program sosial, melainkan strategi besar redistribusi ekonomi berbasis Pancasila.
Hal itu disampaikannya saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama pelaku usaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya di Graha Kadin Jatim, Rabu, 11 Februari 2026.
Dalam pemaparannya, LaNyalla mengulas konsep Ekonomi Pancasila yang digagas Mohammad Hatta. Ia menekankan ekonomi kerakyatan berarti terbukanya ruang partisipasi rakyat secara luas dalam perputaran ekonomi nasional, bukan hanya terbatas pada sektor usaha mikro.
“MBG jangan dipahami hanya sebagai program memberi makan siswa. Ini adalah ‘piring peluang’ yang membuka ruang usaha di daerah, mulai dari penyediaan bahan pangan hingga distribusi dan jasa pendukung lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, dana besar yang digelontorkan melalui MBG harus benar-benar berputar di daerah dan memperkuat pelaku usaha lokal. Ia mengingatkan agar tidak terjadi kembali pola ekonomi Jakarta-sentris, di mana anggaran negara lebih banyak berputar di pusat tanpa dampak signifikan di daerah.
“Uang negara jangan hanya numpang lewat. Harus menetap dan membesarkan pengusaha lokal,” tegasnya.
LaNyalla memaparkan tiga langkah agar MBG menjadi instrumen redistribusi ekonomi yang efektif, yakni memutus pola sentralisasi demi keadilan sosial, memperkuat ketahanan pangan lokal, serta membangun gotong royong melalui keterlibatan aktif Kadin dalam rantai pasok program.
Ia mendorong agar kebutuhan bahan pangan seperti beras, telur, daging, ikan, sayur, dan buah dipasok dari petani serta peternak lokal. Begitu pula sektor logistik, pergudangan, hingga sistem monitoring digital yang transparan, diharapkan melibatkan pelaku usaha daerah.
Sementara itu, Ketua Kadin Surabaya, HM Ali Affandi LNM menyatakan kesiapan organisasinya untuk bertransformasi menjadi pergerakan yang lebih strategis dan responsif.
“Kadin Surabaya harus bergerak cepat dan tidak birokratis. Kita ingin menjadi penggerak ekonomi sekaligus mitra strategis pemerintah,” ujarnya.
Dengan fokus pada penguatan UMKM, peningkatan daya saing industri, investasi, hilirisasi, digitalisasi, dan ekspor, Kadin Surabaya menargetkan diri sebagai motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memastikan manfaat MBG benar-benar dirasakan pelaku usaha lokal.(*)
