KETIK, SURABAYA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Timur mengingatkan biro travel, khususnya umrah, untuk memperhatikan keselamatan jemaah yang berangkat ke Tanah Suci.
Imbauan ini menyusul meningkatnya eskalasi kondisi Timur Tengah yang saat ini sedang perang. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim, As'adul Anam, menegaskan, biro travel jangan hanya berorientasi pada keberangkatan jemaah.
Menurutnya, memperhatikan faktor keselamatan dan memantau perkembangan di kawasan tujuan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.
"Kami berharap biro travel benar-benar memperhatikan keselamatan jemaah. Apabila kondisi di sana berisiko tinggi, lebih baik keberangkatan ditunda. Keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama," katanya pada Kamis, 26 Maret 2026.
Penundaan keberangkatan, katanya, dianggap sebagai langkah yang lebih bijak dibandingkan memaksakan perjalanan. Kemenhaj juga mengimbau masyarakat yang akan menunaikan ibadah umrah untuk memastikan rute penerbangan yang digunakan adalah penerbangan langsung.
"Problem utama umrah saat ini ada pada penerbangan. Kalau penerbangan aman dan langsung tanpa transit, maka jadwal tetap berjalan normal dan tidak ada penundaan," jelasnya.
Menurutnya, maskapai yang menyediakan penerbangan langsung dari Indonesia ke Arab Saudi masih beroperasi normal dan tetap memberangkatkan jemaah sesuai jadwal.
Ia mencontohkan, penerbangan langsung dari kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali menuju Jeddah hingga kini tidak mengalami kendala. (*)
