Kehangatan Nataru: Simbol Persatuan dan Harmoni Budaya di Indonesia

1 Januari 2026 08:05 1 Jan 2026 08:05

Thumbnail Kehangatan Nataru: Simbol Persatuan dan Harmoni Budaya di Indonesia
Ilustrasi sekumpulan anak yang sedang merayakan hari natal bersama. (Foto: freepik)

KETIK, SURABAYA – Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Indonesia tidak hanya identik dengan kemeriahan, tetapi juga sarat makna budaya dan nilai kebersamaan.

Di tengah keberagaman suku, agama, dan tradisi, momen Nataru menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat persatuan masyarakat.

Bagi umat Kristiani, Natal dimaknai sebagai peringatan kelahiran Yesus Kristus. Gereja-gereja di berbagai daerah dipenuhi umat yang mengikuti rangkaian ibadah, mulai dari misa malam Natal hingga kebaktian pagi.

Selain ibadah, kegiatan sosial seperti berbagi dengan sesama juga menjadi bagian penting dari perayaan, mencerminkan nilai kasih dan pengabdian.

Keunikan perayaan Natal di Indonesia tercermin dalam ragam budaya lokal yang menyertainya. Pawai lilin, pertunjukan seni daerah, hingga dekorasi Natal bernuansa tradisional memperkaya suasana perayaan.

Menariknya, tradisi ini kerap mendapat sambutan hangat dari masyarakat lintas agama sebagai wujud toleransi dan harmoni sosial.

Memasuki pergantian tahun, semangat gotong royong kembali menguat. Di berbagai daerah, masyarakat bahu-membahu membersihkan lingkungan dan menyiapkan kegiatan penyambutan Tahun Baru. Kebersamaan ini menjadi simbol kesiapan menyongsong lembaran baru dengan semangat kolektif.

Kembang api menjadi salah satu penanda khas malam pergantian tahun. Cahaya warna-warni yang menghiasi langit malam merepresentasikan harapan, optimisme, dan semangat baru yang menyertai datangnya tahun yang baru.

Tradisi kuliner juga tak terpisahkan dari perayaan Nataru. Beragam kue khas seperti nastar, kue kering, hingga roti khas Natal disiapkan bersama keluarga. Proses pembuatannya menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan antaranggota keluarga.

Di penghujung perayaan, tradisi saling mengucapkan selamat dan doa bersama menjadi penutup yang bermakna. Harapan akan kesehatan, kebahagiaan, dan kehidupan yang lebih baik di tahun mendatang mengalir dalam suasana penuh kehangatan.

Perayaan Natal dan Tahun Baru di Indonesia pada akhirnya bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi nilai persatuan, toleransi, dan kebersamaan yang terus hidup di tengah masyarakat. (*)

Tombol Google News

Tags:

Natal Tahun baru Keberagaman Tradisi surabaya