Jemput Pasar Asia Tenggara, Situbondo Perkuat Diplomasi Dagang Lewat BRUDIFA

7 Februari 2026 21:47 7 Feb 2026 21:47

Thumbnail Jemput Pasar Asia Tenggara, Situbondo Perkuat Diplomasi Dagang Lewat BRUDIFA

Bupati Situbondo foto bersama dengan Delegasi BRUDIFA di Pendopo Pate Alos Besuki, Sabtu 7 Februari 2026 (Foto : Adinda Octaviani/ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Menjemput pasar Asia, Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo menyambut kunjungan delegasi Brunei Darussalam–Indonesia Friendship Association (BRUDIFA) yang berlangsung dari Hari Jumat hingga Minggu, 6–8 Februari 2026.

Kunjungan ini untuk perkuat Diplomasi Dagang Lewat BRUDIFA dan menjadi penanda terbukanya peluang kerja sama perdagangan dan investasi antara Kabupaten Situbondo dan para pelaku usaha dari kawasan Asia Tenggara.

Delegasi BRUDIFA yang berjumlah sekitar 30 orang tersebut terdiri atas pengusaha dan pedagang dari Brunei Darussalam, serta perwakilan Malaysia dan Singapura, termasuk unsur Pemerintah Kesultanan Brunei Darussalam.

Adapun agenda utama kunjungan Delegasi BRUDIFA ini, difokuskan pada penjajakan pembelian produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Situbondo serta peluang investasi di sejumlah sektor strategis.

Sedangkan produk unggulan Situbondo yang ditawarkan kepada para buyer antara lain daging sapi dan domba, mebel kayu, kopi, abon, tekstil, batik maronggi, kerajinan kerang, rengginang, sambal, aneka kue kering, hingga produk olahan ikan. Seluruh produk tersebut telah melalui proses kurasi, dan sebagian di antaranya telah memenuhi standar pasar ekspor.

Foto Bupati Situbondo dan perwakilan Delegasi BRUDIFA mencicip kopi Situbondo, Sabtu 7 Februari 2026 (Foto : Adinda Octaviani/ketik.com)Bupati Situbondo dan perwakilan Delegasi BRUDIFA mencicip kopi Situbondo, Sabtu 7 Februari 2026 (Foto : Adinda Octaviani/ketik.com)

Puncak penyambutan delegasi BRUDIFA ini ditandai dengan Welcoming Gala Dinner di Pendopo Pate Alos Besuki, pada Hari Sabtu 7 Februari 2026 malam di Pendopo Pate Alos Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo.

Kedatangan delegasi BRUDIFA ini disambut langsung oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah, jajaran Forkopimda, Kadin Indonesia Situbondo, sejumlah tokoh masyarakat serta organisasi perangkat daerah terkait.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada delegasi BRUDIFA dan menegaskan bahwa Situbondo membuka diri bukan hanya sebagai daerah tujuan kunjungan, akan tetapi sebagai mitra yang siap tumbuh bersama.

“Pendopo Pate Alos ini kami buka sebagai rumah dialog dan rumah persahabatan. Di sinilah kami ingin mempertemukan niat baik, kepercayaan, dan kerja sama yang saling menguntungkan. Situbondo menyambut saudara-saudara dari Brunei dan kawasan ASEAN dengan hati terbuka,” kata Bupati Situbondo yang akrab disapa Mas Rio.

Pada kesempatan itu, kata Mas Rio, UMKM Situbondo menampilkan produk unggulan dalam sebuah eksibisi bisnis. “Forum ini memberi ruang dialog langsung antara pelaku usaha lokal dan calon pembeli internasional, sekaligus membuka peluang kesepakatan dagang,” terang Mas Rio.

Selain perdagangan, lanjut Mas Rio, delegasi BRUDIFA juga menjajaki potensi investasi di sektor perikanan dan kelautan, pertanian, perkebunan, pariwisata, serta industri pengolahan berbasis sumber daya lokal. Langkah tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk memperkuat investasi produktif guna menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selama kunjungan di Kabupaten Situbondo, sambung Mas Rio, delegasi BRUDIFA diajak meninjau Sampean Green Farm (SGF) di Desa Kotakan yang mengembangkan perkebunan alpukat dan melon, Dapur Sehati sebagai sentra UMKM olahan abon ikan, serta destinasi wisata unggulan seperti Taman Nasional Baluran Situbondo.

Tak hanya itu yang disampaikan Mas Rio, namun dia menyebut kunjungan BRUDIFA sebagai sinyal positif meningkatnya kepercayaan pengusaha internasional terhadap keramahan masyarakat Kota Santri Situbondo.

“Kami tidak hanya menawarkan potensi, tetapi produk yang siap dibeli dan peluang investasi yang konkret. Kami berharap kerja sama ini segera berlanjut dalam bentuk transaksi dan investasi nyata,” harap Mas Rio.

Saat ini, imbuh Mas Rio, Situbondo telah mengekspor sejumlah produk unggulan, terutama kopi dan hasil perikanan. Untuk itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo berharap pasar Brunei dan regional ASEAN dapat meningkatkan volume ekspor, memperluas akses pasar, serta memberi dampak langsung bagi perekonomian masyarakat Situbondo.

Secara makro, kata Mas Rio, Situbondo tercatat sebagai kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekarkijang dan melampaui rata-rata nasional. Realisasi investasi pada tahun 2025 mencapai Rp 1 triliun, meningkat signifikan dibanding 2024 yang sebesar Rp 590 miliar atau naik sekitar 66 persen.

“Sedangkan, jumlah UMKM terbaru di Situbondo tercatat sekitar 40.482 pengusaha UMKM yang tersebar dari Kecamatan Banyuputih hingga Banyuglugur. UMKM tersebut bergerak di sektor pertanian, perdagangan, industri olahan, jasa, dan perkebunan, dengan data yang telah terklasifikasi hingga tingkat kecamatan,” jelas Mas Rio.

Sementara itu perwakilan BRUDIFA, Haji Muhammad Hafiy bin Abdullah Fung, mengatakan keputusan berkunjung ke Kabupaten Situbondo berawal dari pesan sederhana Bupati Situbondo dalam pertemuan sebelumnya. “Kala itu Bapak Bupati berpesan, kalau turun ke Surabaya jangan lupa singgah ke Situbondo,” tuturnya.

Pesan tersebut, kata Haji Muhammad Hafiy, direlasisasikan berujung ke Kabun Alpukat Sampean Green Farm untuk memetik buah alpukat sekaligus berinteraksi langsung dengan petani dan atau peladang. “Kami sudah sampai di Kabupaten Situbondo dan kami merasakan keramahan masyarakat Situbondo saat memetik buah alpukat,” tegas Haji Muhammad.

Kunjungan ini menegaskan posisi Situbondo sebagai daerah yang tidak hanya menawarkan keramahan, tetapi juga kesiapan produk, peluang usaha, dan komitmen untuk membangun kerja sama ekonomi lintas negara. (*)

Tombol Google News

Tags:

Menjemput Pasar Asia situbondo Perkuat Diplomasi Dagang Lewat BRUDIFA