Jamin Mutu SNI, Kementan Uji Laboratorium Sampel Beras dan Pupuk Subsidi di Rowosari Kendal

11 Februari 2026 16:46 11 Feb 2026 16:46

Thumbnail Jamin Mutu SNI, Kementan Uji Laboratorium Sampel Beras dan Pupuk Subsidi di Rowosari Kendal

Tim Direktorat Jenderal (Ditjen) Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia didampingi oleh tim dari Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Rowosari dalam rangka kunjungan kerja intensif di wilayah Kecamatan Rowosari. Rabu 11 Februari 2026. (Foto: Dian Wisnu/Ketik.com)

KETIK, KENDAL – Tim Direktorat Jenderal (Ditjen) Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja intensif di wilayah Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, pada Rabu, 11 Februari 2026.

Kunjungan ini difokuskan pada pengawasan mutu produk tanaman dan efektivitas input pertanian di tingkat petani.

​Didampingi oleh tim dari Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Rowosari, tim menyisir tiga titik lokasi strategis untuk pengambilan sampel uji laboratorium.

​Tim bergerak ke dua desa untuk mengambil sampel representatif, yaitu:

  • ​Ricemill (Penggilingan Padi) Desa Gebanganom: Sampling gabah dan beras.
  • ​Ricemill (Penggilingan Padi) Desa Karangsari: Sampling gabah dan beras.
  • ​PPTS (Penerima Pupuk pada Titik Serah) Desa Gebanganom: Sampling pupuk subsidi yang beredar di kelompok tani.

​Petugas dari Laboratorium Balai Pengujian Mutu Produk Tanaman, UPT Ditjen Tanaman Pangan Jakarta, Dubela Riadi, turun langsung memimpin teknis pengambilan sampel.

Ia menjelaskan bahwa sampel yang diambil akan dibawa ke Jakarta untuk diuji secara komprehensif guna memastikan produk pangan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

​Senada dengan hal tersebut, PPL Kecamatan Rowosari, Shofyan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk menjamin kualitas gizi masyarakat.

​"Kegiatan ini dilakukan untuk mengecek kandungan yang ada di pupuk subsidi, gabah, dan beras. Kami memantau persentase nutrisi hingga mendeteksi zat lain yang mungkin masuk ke dalam bulir padi sejak masa pemupukan hingga diproses di penggilingan," ujar Shofyan saat ditemui di lokasi.

​Kunjungan ini menunjukkan koordinasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah. Hadir dalam pendampingan tersebut tim dari DPP Kabupaten Kendal yang dipimpin oleh Wildan beserta jajaran, serta tim BPP Rowosari di bawah koordinasi Shofyan beserta tim penyuluh lapangan.

​Kehadiran tim gabungan ini disambut baik oleh pemilik penggilingan padi. Di lapangan, terlihat petugas melakukan teknik sampling random pada karung-karung gabah yang baru datang dari sawah serta beras yang sudah siap dikemas. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan data yang objektif mengenai kondisi pangan di Rowosari.

​Berdasarkan pantauan di lokasi, pengecekan pupuk subsidi di PPTS Gebanganom juga menjadi sorotan. Tim memastikan bahwa pupuk yang diterima kelompok tani memiliki kandungan unsur hara (N, P, K) yang sesuai dengan label, guna mencegah kerugian petani akibat pupuk yang tidak standar.

​Kecamatan Rowosari sendiri merupakan salah satu wilayah penyangga pangan di Kabupaten Kendal. Dengan adanya pengujian rutin ini, diharapkan kepercayaan pasar terhadap beras asal Kendal meningkat, sekaligus memastikan bahwa subsidi pupuk yang digelontorkan pemerintah benar-benar berdampak positif pada produktivitas lahan.

​Hasil dari uji laboratorium ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi Kementerian Pertanian dalam menentukan regulasi distribusi pupuk dan standarisasi mutu beras nasional ke depannya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kementan pangan ketahanan pangan DPP Kendal Rowosari