KETIK, BONDOWOSO – Banjir yang melanda Kecamatan Cermee pada Minggu malam tidak hanya merendam wilayah permukiman, tetapi juga mengakibatkan kerusakan pada ruas jalan yang baru selesai dikerjakan.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso langsung turun tangan dengan meninjau lokasi terdampak.
Bupati Bondowoso didampingi Wakil Bupati, Ketua DPRD, serta sejumlah kepala perangkat daerah mendatangi titik kerusakan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus menyiapkan langkah penanganan cepat agar akses masyarakat tidak terganggu terlalu lama.
Plt Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi Kabupaten Bondowoso, Ansori, menuturkan bahwa proyek peningkatan jalan tersebut telah dinyatakan selesai sepenuhnya secara teknis sebelum banjir terjadi.
“Pekerjaan sudah 100 persen. Kalau belum selesai secara teknis, tentu tidak mungkin kami lakukan pembayaran. Namun banjir kemarin memang cukup ekstrem, air meluap deras dari selatan ke utara,” ungkap Ansori.
Meski demikian, ia menegaskan kerusakan yang muncul tetap menjadi tanggung jawab pihak penyedia, mengingat proyek masih berada dalam masa pemeliharaan. Terlebih jika hasil evaluasi nantinya menemukan adanya persoalan teknis pada pekerjaan jalan.
“Saya sudah meminta agar penyedia segera melakukan perbaikan. Selama masih masa pemeliharaan, kewajiban ada di mereka. Kalau terbukti ada kesalahan teknis, kami tidak akan membayar,” tegasnya. pada Senin (12/01/26)
Hasil peninjauan lapangan juga mengungkap persoalan lain, yakni sistem drainase di sekitar ruas jalan yang belum memadai. Drainase yang tidak berfungsi optimal membuat air hujan dengan debit tinggi meluap ke badan jalan dan mempercepat kerusakan aspal.
“Kami sampaikan kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD bahwa langkah awal yang harus dilakukan adalah normalisasi. Untuk solusi jangka panjang, perlu pembangunan drainase di sisi kanan dan kiri jalan dengan perkiraan anggaran sekitar Rp2 miliar,” jelas Ansori.
Saat ini, Dinas Bina Marga masih melakukan penghitungan teknis guna memetakan tingkat kerusakan jalan serta kebutuhan penanganan drainase sebagai dasar perencanaan selanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya untuk melakukan penanganan secara terpadu, tidak hanya memulihkan kondisi jalan, tetapi juga mencegah terulangnya banjir yang berpotensi merusak infrastruktur dan mengganggu aktivitas warga.(*)
