KETIK, BANYUWANGI – Ina Ammania Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan gelar kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat yang antusias mengikuti jalannya sosialisasi.
Mereka yang hadir mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga ibu-ibu setempat di wilayah Klatak Kecmatan Kalipuro (17/03/2026).
Dalam sambutannya, Bu Ina menegaskan bahwa 4 Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
“Di tengah berbagai tantangan zaman, pemahaman terhadap 4 Pilar Kebangsaan menjadi sangat penting agar kita tidak mudah terpecah belah,” ujar Bu Ina.
Suasana sosialisasi semakin interaktif ketika sesi tanya jawab dibuka. Salah satu peserta menanyakan bagaimana cara generasi muda saat ini dapat mengimplementasikan nilai-nilai 4 pilar di era digital yang serba cepat.
Menanggapi hal tersebut, Bu Ina menjelaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan bangsa, terutama melalui penggunaan media sosial yang bijak.
“Anak muda hari ini adalah ujung tombak. Implementasi 4 pilar bisa dimulai dari hal sederhana, seperti saling menghormati di ruang digital, tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks, serta terus menumbuhkan rasa cinta tanah air,” jelasnya.
Pertanyaan lain juga datang dari peserta yang menyoroti masih adanya perbedaan pemahaman di tengah masyarakat terkait nilai-nilai kebangsaan. Ia menanyakan bagaimana cara menjaga persatuan di tengah perbedaan tersebut.
Menjawab hal itu, Bu Ina menekankan pentingnya sikap saling menghargai dan memperkuat semangat gotong royong.
“Kita ini bangsa yang besar karena keberagaman. Justru perbedaan itu harus menjadi kekuatan, bukan pemicu perpecahan. Kuncinya ada pada saling menghormati dan terus menjaga komunikasi yang baik antar sesama,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemahaman terhadap 4 Pilar tidak hanya sebatas teori, melainkan harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata di lingkungan masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat wawasan kebangsaan masyarakat Banyuwangi, khususnya di wilayah Klatak, sehingga nilai-nilai persatuan dan gotong royong tetap terjaga di tengah keberagaman. (*)
