Bupati Ipuk Gencarkan Kembali Gerakan ASN Banyuwangi Berbagi

28 Januari 2026 22:44 28 Jan 2026 22:44

Thumbnail Bupati Ipuk Gencarkan Kembali Gerakan ASN Banyuwangi Berbagi

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menyalurkan paket sembako kepada warga kurang mampu, Rabu, 28 Januari 2026. (Foto: Riski Ari Murdianto/ketik.com)

KETIK, BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menggencarkan kembali program sosial Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi. 

Program bertajuk “ASN Banyuwangi Berbagi” tersebut digelar rutin setiap bulan dengan fokus penyaluran puluhan ribu paket sembako bagi keluarga yang terdata dalam database kemiskinan.

Bupati Ipuk bersama ribuan ASN turun langsung mendatangi rumah-rumah keluarga prasejahtera. Salah satunya adalah kediaman Bermawi (81), warga Lingkungan Wonosari, Kelurahan Sobo, pada Rabu, 28 Januari 2026. 

Bermawi yang hidup sebatang kara dan tak memiliki rumah, selama ini menumpang di rumah Ketua RT setempat, Selamet. Sehari-hari, ia bekerja serabutan sebagai buruh tani untuk menyambung hidup.

“Alhamdulillah, terima kasih. Bantuan ini sangat berarti untuk saya,” ucap Bermawi.

Bupati Banyuwangi Ipuk mengatakan bahwa, ASN Banyuwangi Berbagi merupakan gerakan sosial yang telah berjalan secara konsisten sejak dua tahun terakhir sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat kurang mampu.

“Ini adalah gerakan rutin yang telah kita lakukan bersama-sama sejak tahun 2024 lalu. Kami dorong ASN untuk terus melakukan aksi sosial, berbagi rezeki untuk meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu,” kata Bupati Ipuk.

Setiap ASN telah dibekali data warga miskin yang bersumber dari desil 1 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kemensos. Data tersebut dapat diakses langsung melalui aplikasi Smart Kampung.

“Kami berharap lewat gerakan sosial yang telah kami lakukan secara berkelanjutan dari tahun 2024 hingga sekarang diharapkan mampu mengentaskan kemiskinan,” harap Bupati Ipuk.

Ipuk menambahkan, gerakan ini tidak hanya melibatkan internal ASN, tetapi juga mendapat dukungan luas dari lintas sektor, mulai dari kepolisian, TNI, BUMN, BUMD, hingga organisasi profesi.

“Program Banyuwangi Berbagi ini terbuka bagi pihak lain, kami mengajak dan memberikan kesempatan semua pihak bisa terlibat karena kami menyadari penanganan kemiskinan harus dilakukan bersama-sama. Tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan harus melibatkan banyak pihak termasuk para ASN,” jelasnya.

Pada tahun 2025, berbagai organisasi seperti HIPMI, Kadin, IDI, IAI, hingga IBI turut berpartisipasi, termasuk pihak rumah sakit swasta dan pengusaha konstruksi. 

Berkat berbagai program inovatif tersebut, angka kemiskinan di Banyuwangi terus menunjukkan tren penurunan. Dari 8,07 persen pada 2021, menyusut hingga menyentuh angka terendah sepanjang sejarah yakni 6,13 persen pada tahun 2025.

Salah satu ASN yang terlibat, Ratna Juwita, mengaku bangga sekaligus haru dapat berkontribusi langsung. Menurutnya, program ini menjadi pengingat bagi ASN untuk selalu menumbuhkan empati.

“Kami merasa inilah implementasi filosofi, kalau kita susah, lihatlah ke bawah. Bukan berarti merendahkan yang lain, namun mengingatkan kita semua agar dalam memandang dunia tidak meremehkan nikmat Allah, harus mensyukuri setiap nikmat yang kita dapat,” kata Ratna.

Di sisi lain, Asisten Administrasi Umum, Budi Santoso, menjelaskan bahwa program ini melibatkan PNS dan PPPK penuh waktu secara menyeluruh. Skema penyaluran disesuaikan dengan jenjang jabatan.

“Semua ASN Banyuwangi, kecuali PPPK Paruh Waktu, dilibatkan dalam program ini. Semakin tinggi jabatan ASN maka semakin banyak sembako yang akan disalurkan," kata Budi.

Budi menambahkan, program ini sekaligus menjadi bentuk ground check terhadap warga miskin yang terdaftar dalam basis data kemiskinan. Secara tidak langsung, para ASN akan ikut memantau kondisi warga yang menjadi sasarannya.

“ASN, kami minta juga untuk melihat kondisi sasaran warganya. Apakah sudah dapat bantuan rutin dari pemerintah, apakah ada keluarga yang belum mendapat bantuan dari pemerintah. Jika tak tercover dari pemerintah, maka program ASN Berbagi harus mengaplikasikannya. Hasilnya harus dilaporkan di aplikasi Smart Kampung,” pungkas Budi. (*)

Tombol Google News

Tags:

ASN Banyuwangi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani ASN Banyuwangi Berbagi Kabupaten Banyuwangi Banyuwangi Ipuk