KETIK, BATU – Suasana penuh khidmat menyelimuti perayaan Imlek di Kelenteng Kwan Im Tong, Kota Batu, pada Selasa, 17 Februari 2026. Momentum ini dimaknai sebagai waktu untuk berdoa demi kedamaian, stabilitas ekonomi, dan kebahagiaan bersama.
Dalam prosesi ibadah tersebut, warga Tionghoa tampak khusyuk memohon keberkahan, kesejahteraan, dan kesehatan bagi masyarakat luas. Harapan senada diungkapkan oleh salah satu umat, Jayusman. Ia menilai Imlek selalu menjadi titik balik untuk memohon kebaikan.
“Setiap perayaan Imlek, kami berharap tahun yang baru membawa berkah bagi kita semua. Semoga perekonomian semakin lancar, masyarakat diberi kesejahteraan dan kesehatan, serta negara kita dianugerahi kedamaian dan kestabilan,” ujarnya.
Menurut Jayusman, doa yang dipanjatkan tidak bersifat eksklusif bagi komunitas Tionghoa saja, melainkan mencakup seluruh masyarakat hingga kondisi dunia agar tetap aman dan harmonis.
“Kami selalu mendoakan yang terbaik untuk semua orang agar dapat menjalani kehidupan dengan sejahtera dan bahagia,” katanya.
Terkait refleksi Tahun Kuda, Jayusman memandang setiap pergantian tahun sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pribadi.
“Refleksi setiap tahun pada dasarnya sama, yakni bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Kami ingin dapat berbuat lebih banyak, membantu sesama, serta memberi manfaat bagi orang-orang di sekitar,” tuturnya.
Secara khusus untuk Kota Batu, ia berharap terus berkembang dan mengalami kemajuan di berbagai sektor.
“Kami berharap Kota Batu semakin maju. Pemerintah dapat menjalankan tugas dengan baik sehingga pembangunan berjalan optimal, kota semakin tertata, dan perekonomian masyarakat terus meningkat,” ucapnya. (*)
