Ikafahuma UIN Malang Hadirkan Ramadan Berkah, Berbagi Kebahagiaan di RTQ Mambaul Karomah

9 Maret 2026 11:17 9 Mar 2026 11:17

Thumbnail Ikafahuma UIN Malang Hadirkan Ramadan Berkah, Berbagi Kebahagiaan di RTQ Mambaul Karomah

Pemberian apresiasi kepada guru ngaji pada Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang yang telah berperan penting dalam pendidikan Islam di pelosok desa. (Foto: Dok. Ketik.com)

KETIK, MALANG – Ikatan Alumni Fakultas Humaniora (Ikafahuma) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali melaksanakan jejak pengabdian nyata melalui program sosial bertajuk "Ramadan Berkah: Ikafahuma Berbagi".

Kegiatan dilaksanakan Jumat, 6 Maret 2026 tersebut, digelar di RTQ Mambaul Karomah di Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Kegiatan ini tak hanya sekadar agenda seremonial.

Melainkan sebuah misi untuk memberikan penghormatan kepada para pengajar ngaji yang telah menjadi "urat nadi" pendidikan Islam di kawasan pelosok desa. 

Progam berkah Ramadan ini memberikan beberapa rangkaian acara, mulai dari buka bersama hingga pemberian parcel serta uang ratusan ribu yang dihadiri oleh santri RTQ Mambaul Karomah dan guru ngaji sekitar. 

Ikatan Alumni Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang menggelar program sosial bertajuk "Berkah Ramadan: IKAFAHUMA berbagi" di RTQ Mambaul Karomah pada Jumat, 6 Maret 2026. (Foto: Dok. Ketik.com)

Pada acara ini, sebanyak 21 guru ngaji dengan penuh dedikasi hadir untuk menerima apresiasi atas ketulusan mereka dalam membimbing generasi muda di tengah keterbatasan.

Seluruh apresiasi tersebut berasal dari donasi alumni dan bukan alumni, serta mendapatkan support dari KIM.YA. sehingga, program perdana ini menjadi bentuk solidaritas antar alumni untuk mengamalkan nilai sosial yang telah diajarkan.

Tak hanya itu, RTQ Mambaul Karomah dikelola oleh Aan Yhaniz, alumni Program Studi Sastra Inggris angkatan 2003 bersama suaminya, Ustadz Afif Ma'mun. Sehingga, kegiatan ini menjadi momen istimewa bersama keluarga besar Humaniora.

Momentum ini pun bertransformasi menjadi ajang "pulang kampung" bagi pengurus Ikafahuma untuk merangkul kembali rekan sejawat yang telah melangsungkan kehidupan yang khidmat di tengah masyarakat.

Ketua Ikafahuma, Gus Helmi Nawali, menekankan pada sambutannya bahwa seorang guru ngaji adalah sosok pejuang yang sering kali tak terlihat dari pandangan publik di tengah gebyar syiar Ramadan yang serba formal.

"Kegiatan pembelajaran Al-Qur’an di mushola dan masjid kampung adalah pilar utama Islam. Para guru ngaji ini adalah pejuang yang mewakafkan dirinya tanpa mengharap panggung. Kehadiran IKAFAHUMA hari ini adalah bukti bahwa alumni Humaniora tidak pernah lupa pada pilar pendidikan keagamaan di tingkat paling bawah,” tegas Gus Helmi yang dilansir pada humaniora.uin-malang.ac.id.

Selain itu, menurutnya, program ini dibentuk karena melihat kurangnya perhatian pada guru ngaji yang telah mendidik generasi muda untuk kenal dan akrab kepada Al-Qur'an. Meski tak semua, namun masih banyak pengajar ngaji yang belum mendapatkan perhatian khusus. 

"Dari alasan itu kami terketuk untuk program awal langsung mengarah guru ngaji khususnya mereka alumni humaniora. Walaupun program ini mungkin sekali dalam setahun paling tidak sudah bisa memberikan apresiasi ke para guru ngaji tersebut," jelas Gus Helmi.

Sebagai kegiatan perdana, Muhammad Romdloni M.Ag selaku Wakil Ketua IKAFAHUMA menilai bahwa program sosial ini merupakan manifestasi dari tanggung jawab moral sebagai alumni terhadap almamater dan masyarakat. 

Kegiatan pengabdian nyata ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., Dekan Fakultas Humaniora. Beliau menyampaikan rasa bangga atas inisiatif alumni melalui gerakan ini menjadi representasi dari nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman yang selama ini diajarkan di bangku perkuliahan.

“Ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi pahala jangka panjang dalam menguatkan fondasi pendidikan keagamaan. Saya sangat bangga melihat alumni kita saling bahu-membahu dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ini memperkuat peran strategis Ikafahuma sebagai mitra fakultas dalam berbagai gerakan sosial di masa depan,” tutur Prof. Faisol.

Tak hanya itu, Afif Ma'mun sebagai tuan rumah mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian Ikafahuma.

Ia juga berharap agar silaturahmi ini tak berhenti pada kegiatan ini, namun terus berjalan dan menjadi awal kolaborasi yang lebih luar antara praktisi pendidikan di desa dengan kalangan akademisi kampus.

“Terima kasih Ikafahuma telah hadir menyapa kami. Semoga dedikasi ini dibalas dengan kebaikan yang berlipat dan Ikafahuma dapat terus menjadi inspirasi bagi gerakan pengabdian lainnya,” harap Ustadz Afif.

Acara penuh keakraban ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Gus Helmi Nawali. Dengan suasana syahdu, semua hadirin memanjatkan doa yang diiringi oleh sanyum para guru ngaji yang kini merasa lebih dihargai atas perjuangan "sunyi" mereka. (*)

Melalui program ini, IKAFAHUMA mengajak semua masyarakat untuk bisa kembali menengok dan memuliakan para penjaga cahaya Al-Qur'an di lingkungan sekitar mereka.(*)

Tombol Google News

Tags:

IKAFAHUMA Ikatan Alumni Fakultas Humaniora Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang UIN Maliki Malang Kampus Malang Kota Malang