KETIK, SURABAYA – Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG) menyebut selama bulan April 2026 belum ada tanda-tanda musim pancaroba. Pasalnya, selama bulan di beberapa daerah Jawa Timur diprediksi masih terjadi hujan.
Hujan lebat di Jatim diperkirakan terjadi di beberapa kabupaten dan kota. Misalnya di kabupaten Malang, Mojokerto, Nganjuk dan Madiun. Hujan lebat tersebut diprediksi disertai angin kencang hingga puting beliung.
BMKG Stasiun Juanda mencatat selama April pada minggu kedua masih terjadi hujan lebat. Namun durasi di setiap daerah berbeda.
“Sampai akhir April 2026 di Jatim masih ada potensi hujan lebat disertai angin kencang dan puting beliung,” kata Siska Anggraeni, Prakirawan BMKG Juanda kepada Ketik.com, Kamis, 2 April 2026.
Prakiraan hujan dengan intensitas rendah Jumat, 4 April 2026 terjadi di Bangkalan, Sampang, Lamongan, Malang dan Probolinggo. Sementara daerah lain cuaca masih cerah, berawan dan berkabut.
Menurut Siska, kondisi cuaca di Jatim saat ini masuk Elso (-0,42) berada di fase menuju El Nino. Kondisi El Nino bertepatan dengan pertengahan tahun dengan kategori lemah.
“Kondisi El Nino bertepatan dengan musim kemarau. Bahwa ada yang mengistilahkan El Nino Godzilla adalah kurang tepat. Sebab, Istilah El Nino Godzilla bukan dikeluarkan oleh BMKG,” ujar Siska.
Daerah terdampak adanya El Nino panjang tersebut di bagian timur adalah Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan catatan dari BMKG dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dalam menghadapi El Nino dan kemarau panjang telah menyiapkan tim tanggap darurat.
Sementara masyarakat diharapkan bisa memonitor informasi resmi dari dua lembaga tersebut.
Pada saat kemarau, hari tanpa hujan dikhawatirkan terjadi bencana kebakaran. Khususnya kebakaran hutan dan lahan. Diprediksi terjadi resiko gagal panen meningkat dan suhu terasa panas.(*)
