KETIK, MALANG – Perayaan Imlek 2026 di Kota Malang akan berlangsung secara sederhana. Hal tersebut karena rangkaian perayaan Imlek bertepatan dengan bulan suci Ramadan, sehingga disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
Ketua Agama sekaligus Wakil Ketua Umum Yayasan Kelenteng Eng An Kiong, Herman Subianto, mengatakan perayaan Imlek terutama Cap Go Meh akan berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Sejumlah agenda seperti pertunjukan terbuka atau pesta rakyat ditiadakan.
"Seperti pertunjukan wayang potehi, di tahun ini tidak ada karena waktunya berdekatan dengan bulan puasa. Sebenarnya di Malang memang tidak ada, karena dalangnya berasal dari Gudo, Jombang dan biasanya kami panggil untuk main di sini," ujarnya, Rabu, 11 Februari 2026.
Selain gelaran wayang Potehi, Kelenteng Eng An Kiong juga meniadakan pesta rakyat perayaan Cap Go Meh yang biasanya digelar dua minggu setelah Imlek.
"Biasanya, perayaan Cap Go Meh digelar di aula dan mengundang semua warga untuk datang. Namun, di tahun ini dilaksanakan untuk internal saja," jelasnya.
Meski digelar secara sederhana, pihaknya berharap perayaan Imlek dapat berjalan tertib dan khidmat. Berbagai persiapan tetap dilaksanakan, salah satunya menggelar ritual membersihkan rupang atau patung dewa-dewi.
Sebelum prosesi pembersihan, pengurus dan para umat Tionghoa melakukan sembahyang bersama Song Shen Jie. Ibadah mengantar para dewa ke istana langit untuk melaporkan perbuatan manusia selama setahun.
"Setelah sembahyang, maka dilanjutkan dengan pembersihan rupang dan seluruh ruangan," terangnya.
Kemudian, rangkaian ibadah ini akan mencapai puncaknya pada Tahun Baru Imlek pada 17 Februari 2026. Selanjutnya pelaksanaan sembahyang bersama Jie Shen Jie yang digelar empat hari setelah Imlek.
"Empat hari setelah Imlek, akan ada sembahyang Jie Shen Jie. Di dalam sembahyang ini, kami menjemput para dewa kembali ke tempatnya masing-masing," pungkasnya. (*)
