KETIK, MALANG – Setelah sempat jeda selama libur Lebaran, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang kembali memacu pembangunan Jembatan Sonokembang di Jalan Simpang Sulfat Utara, Kecamatan Blimbing.
Pengerjaan fisik mulai kembali bergulir sejak awal pekan ini, dengan fokus utama pada penguatan fondasi struktur jembatan.
"Mulai Senin ini, pekerjaan mulai dilanjutkan setelah sebelumnya libur Lebaran. Untuk tiang pancang, sudah tertanam semua dan ini dilanjutkan untuk bagian lantai jembatan dengan progres sekarang antara 5 hingga 7 persen," ujar Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto kepada Ketik.com, Senin, 30 Maret 2026.
Dengan capaian tersebut, DPUPRPKP berupaya mempercepat pengerjaan agar jembatan bisa fungsional lebih awal dari jadwal semula pada pertengahan Juli 2026.
"Sesuai kontrak, selesainya di tanggal 15 Juli. Tetapi nanti di pertengahan Juni kita kebut dan diharapkan sudah bisa selesai," tambahnya.
Meski cuaca di wilayah Malang Raya tak menentu, Dandung mengaku tetap optimis. Menurutnya, sejauh ini realisasi pengerjaan di lapangan justru melampaui target perencanaan awal.
"Saya optimis, target bisa terpenuhi. Untuk pengerjaan sampai minggu ini, trennya sudah plus satu koma sekian persen," pungkasnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, area pembangunan Jembatan Sonokembang masih tertutup pagar seng untuk keamanan proyek. Sementara itu, jembatan bailey (jembatan darurat) tetap disiagakan di sisi proyek untuk melayani arus kendaraan roda dua maupun roda empat.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Malang melalui DPUPRPKP Kota Malang telah memasang jembatan bailey di Jembatan Sonokembang. Langkah darurat ini dilakukan karena fondasi Jembatan Sonokembang mengalami kerusakan dan ambrol usai diterjang banjir pada 10 Oktober 2025 silam dan baru pada tahun 2026 ini dilakukan pembangunan ulang. (*)
