Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi Beberkan Pesan Megawati Soal Ketahanan Pangan

30 Maret 2026 16:14 30 Mar 2026 16:14

Thumbnail Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi Beberkan Pesan Megawati Soal Ketahanan Pangan

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, saat berziarah di makam Bung Karno, Kota Blitar, Minggu, 29 Maret 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Kedatangan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, ke Kota Blitar, Minggu, 29 Maret 2026, disebut sebagai bagian dari agenda ziarah kebangsaan sebuah ritual yang bukan sekadar kunjungan, melainkan doa yang dititipkan untuk negeri.

Ziarah atau nyekar tersebut menjadi tradisi keluarga yang terus dijaga, sekaligus momentum memanjatkan harapan: agar Indonesia tetap utuh dalam damai, kuat dalam persatuan.

Ketua DPRD Kabupaten Blitar yang juga merupakan Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Blitar, Supriadi, mengungkapkan bahwa selain agenda ziarah, tidak ada kegiatan khusus lain yang terjadwal secara rinci. Namun di balik suasana yang tampak sederhana, terselip pesan-pesan penting yang ditujukan kepada seluruh kader partai di daerah.

“Memang tidak ada agenda formal selain ziarah, tapi ada arahan dari Ibu Ketua Umum kepada kader,” ujarnya usai Rapat Paripurna, Senin, 30 Maret 2026.

Salah satu poin yang ditekankan adalah larangan bagi kader untuk mengambil keuntungan pribadi atau terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Instruksi tersebut menjadi garis tegas agar kader tetap menjaga integritas di tengah berbagai program pemerintah yang berjalan.

Tak hanya itu, Megawati juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dinamika global, terutama dalam sektor pangan. Kader partai diminta mulai bergerak dari hal sederhana namun strategis: menanam tanaman pendamping selain padi.

Ubi dan berbagai komoditas alternatif disebut sebagai langkah antisipatif jika suatu saat produksi beras terganggu. Bagi Megawati, ketahanan pangan bukan sekadar wacana besar, melainkan dimulai dari tanah-tanah kecil yang digarap dengan kesadaran kolektif.

Arahan tersebut kini telah diteruskan ke seluruh struktur partai, mulai dari anggota fraksi hingga pimpinan di daerah. Harapannya, setiap wilayah mampu membangun kemandirian pangan berbasis potensi lokal.

Di Kabupaten Blitar sendiri, upaya penguatan ketahanan pangan dinilai telah berjalan beriringan dengan program pemerintah. Selain diversifikasi tanaman, pembaruan benih padi dan jagung juga rutin dilakukan setiap tahun.

Varian benih unggul yang terus dikembangkan diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan masyarakat.

Pimpinan daerah menilai, instruksi ini bukan sekadar arahan politik, melainkan langkah konkret untuk menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. Di tengah ancaman krisis global, ketahanan pangan menjadi fondasi dan Blitar, dengan tanahnya yang subur, sedang bersiap menuliskan perannya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Megawati Ziarah Makam Bung Karno Supriadi Blitar Kabupaten Blitar ketahanan pangan Soekarno