KETIK, MALANG – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Sekjen DPP PKB Hasanuddin Wahid meluncurkan Ambulan Gratis Sam Anas, Minggu, 25 Januari 2026. Kehadiran ambulans ini untuk mempermudah warga dalam memperoleh akses kesehatan.
Peluncuran ini digagas Ketua Komisi C sekaligus Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Malang, Anas Muttaqin. Peluncuran ambulans yang digelar di Mifeng Kopitiam, Jalan Besar Ijen Nomor 94, Kota Malang, mewujudkan visi misi Partai.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, dalam kesempatan ini mengungkapkan apresiasinya atas perhatian Sam Anas kepada kepentingan masyarakat.
Ia mengakui, ambulans memang telah menjadi kebutuhan warga, terutama dengan membantu memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan pertolongan pertama.
“Kesehatan tidak hanya kewajiban pemerintah namun juga seluruh komponen masyarakat,” ujar Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Lebih lanjut ia juga menekankan mengenai perawatan setiap kendaraan kegawatdaruratan ini juga perlu diperhatikan. Ia pun berharap fasilitas ini dapat digunakan masyarakat secara maksimal.
“Kami Pemerintah Kota Malang akan bersinergi memberi pelatihan nakes sebagai perangkat ambulan dalam pelayanan kepada masyarakat,” tandas Wahyu.
Sementara itu, dalam sambutannya, Hasanuddin Wahid menegaskan bahwa apa yang dilakukan Anas bukan semata menjalankan instruksi partai. Melainkan bentuk kesadaran politik yang berpihak pada kebutuhan riil masyarakat.
“Ini bukan sekadar perintah partai atau kewajiban sebagai anggota DPRD. Ini adalah implementasi nilai PKB pasca-muktamar, yakni politik kehadiran dan pelayanan. PKB harus selalu hadir di tengah masyarakat, bahkan kalau bisa masuk ke dalam mimpi masyarakat,” seru Hasanuddin.
Anggota DPR RI Dapil Malang Raya itu juga mencontohkan bagaimana Anas Muttaqin kerap turun langsung ke lapangan.
Termasuk saat masyarakat menghadapi musibah banjir, sebagai bukti kehadiran nyata wakil rakyat di saat warganya membutuhkan.
“Saya tahu betul Sahabat Anas. Ketika masyarakat resah, beliau hadir. Itu politik kehadiran. Tidak hanya hadir dalam rapat-rapat, tapi hadir di tengah warga,” tukasnya
Hasanuddin Wahid menilai keberadaan ambulans tersebut sebagai simbol kuat pelayanan publik yang konkret. Menurutnya, kehadiran saja tidak cukup tanpa diiringi pelayanan nyata kepada masyarakat.
“Hadir saja tapi tidak melayani itu salah. Ambulans ini simbol pelayanan. Sahabat Anas memastikan dirinya bukan hanya dilayani sebagai pejabat, tetapi justru melayani masyarakat. Tidak semua politisi mau melakukan hal seperti ini,” terangnya.
Ia pun berharap Ambulans Sahabat Sam Anas dapat beroperasi selama 24 jam dan benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan darurat.
“Ambulans ini saya harap aktif 24 jam. Ini bukan sekadar kendaraan, tapi komitmen pelayanan kepada warga Malang,” pungkasnya.
Anas Muttaqin yang juga Ketua Komisi C DPRD Kota Malang menyebut bahwa launching ambulans tersebut turut dihadiri beberapa tamu penting dan lintas elemen masyarakat.
"Kehadiran lintas elemen ini menjadi penegasan bahwa kolaborasi dan kepedulian sosial merupakan kunci dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat Malang Raya," terangnya.(*)
