KETIK, PACITAN – Gelandang dan pengemis (gepeng) di kawasan wisata, serta pelajar yang kedapatan membolos sekolah, diminta waspada.
Pasalnya, dua kelompok tersebut akan menjadi sasaran patroli awal tahun 2026 yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pacitan.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Kabid Gakda) Satpol-PP Pacitan, Widiyanto, mengatakan patroli awal tahun ini masih diprioritaskan di sejumlah destinasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat.
Selain itu, petugas juga menyasar lokasi-lokasi yang kerap dijadikan tempat nongkrong pelajar saat jam sekolah, seiring dimulainya kembali aktivitas belajar mengajar.
“Awal tahun 2026 ini masih ke tempat wisata yang kami lakukan patroli menyasar gelandangan dan pengemis. Tadi kami ke Pantai Pancer Dorr sama sekitarnya. Dan juga sasaran patroli kami ke tempat nongkrongnya anak-anak sekolah, karena baru Senin kemarin siswa masuk sekolah,” ujar Widiyanto, Rabu, 7 Januari 2026.
Dari hasil pemantauan di lapangan, Widiyanto menyebut kondisi relatif kondusif.
Di kawasan wisata yang dipatroli, tidak ditemukan aktivitas gepeng. Sementara itu, keberadaan siswa di luar lingkungan sekolah pada jam belajar juga terpantau minim.
“Untuk hari ini masih sepi, di tempat wisata ya tidak ada masalah soal pengemis. Siswa juga,” katanya.
Widiyanto mengakui penertiban gepeng lebih menjadi tantangan di lapangan.
Menurutnya, para pengemis memiliki pola berpindah-pindah sehingga petugas harus terus siaga.
“Gak tau ya, karena seperti kucing-kucingan. Ketika petugas datang dia pergi, tapi ketika kami pergi dia datang,” jelasnya.
Saat disinggung kemungkinan patroli juga menyasar aparatur sipil negara (ASN) yang membolos pada jam kerja, Widiyanto menyebut hal tersebut belum menjadi fokus patroli Satpol-PP Pacitan.
“Sementara belum ke situ,” ucapnya.
Selain patroli rutin, Satpol-PP Pacitan juga merespons laporan masyarakat terkait gangguan ketertiban umum.
Salah satunya laporan baru-baru ini mengenai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang kabur dan meresahkan warga.
“Yang kemarin kami menerima laporan dan sudah kami tindak lanjuti untuk dibawa ke selter. Itu laporan warga ODGJ yang kabur,” ungkap Widiyanto.(*)
