RSI Nyai Ageng Pinatih Peduli Program MBG

Gathering SPPG Wilayah Gresik, Perkuat Komitmen Pemenuhan Gizi Anak

26 Januari 2026 16:38 26 Jan 2026 16:38

Thumbnail Gathering SPPG Wilayah Gresik, Perkuat Komitmen Pemenuhan Gizi Anak

Direktur RSI Nyai Ageng Pinatih dr. Abdul Rokhim, MARS, FISQua, CPHM (tengah) bersama Wakil Dikrektur Keuangan, dan Umum drg. Achmad Zayadi, Bidan Sri Utami, S.ST., M.M perwakilan dari Dinkes Gresik. (Foto : Sutejo, RC/Ketik.com)

KETIK, GRESIK – Gathering Satuan Pelayan  Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Gresik menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas pemenuhan gizi anak.

Gathering Kesehatan ini diselenggarakan oleh Rumah Sakit Islam (RSI) Nyai Ageng Pinatih Gresik dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-66. Acara ini sekaligus menjadi ajang refleksi dan penyegaran bagi SPPG di wilayah Gresik dan sekitarnya.

Kegiatan ini mengusung tema “Nutrisi Tepat untuk Tumbuh Kembang Anak dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).” Gathering dengan menghadirkan narasumber dr. Hedi Mustiko, Spesialis Anak itu dilaksanakan di Ruang Pertemuan 1 RSI Nyai Ageng Pinatih Gresik, Senin, 26 Januari 2026 pukul .09.30 WIB

Direktur RSI Nyai Ageng Pinatih Gresik, dr. H. Abdul Rokhim, MARS., FISQua., CPHM, mengatakan, peringatan Hari Gizi Nasional tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan. Menurutnya, kegiatan ini harus menjadi pengingat bersama akan pentingnya konsistensi dalam pemenuhan gizi anak sesuai standar yang ditetapkan.

Ia menegaskan, peran SPPG dan Dapur SPPG sangat mulia karena menyentuh langsung masa depan anak-anak Indonesia. “Pemenuhan gizi bukan hanya soal kenyang, tetapi tentang kualitas nutrisi yang berdampak pada kesehatan, kecerdasan, dan pembentukan akhlak generasi penerus bangsa,” ujar dokter yang juga Pengurus Pusat PDNU (Perhimpunan Dokter Nahdatul Ulama) itu.

Foto dr. Hedi Mustiko, saat memaparkan materi tentang tumbuh kembang dan gizi anak dalam gathering bersama yang diikuti SPPG wilayah Gresik.  (Foto : Sutejo, RC/ketik.com)dr. Hedi Mustiko, saat memaparkan materi tentang Tumbuh Kembang dan Gizi Anak dalam Program MBG. (Foto : Sutejo RC/ketik.com)

Sebagai rumah sakit berbasis nilai-nilai Islam, RSI Nyai Ageng Pinatih juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kesehatan jasmani dan rohani. Dalam proses penyediaan makanan, selain memperhatikan aspek gizi, rasa, dan kebersihan, unsur spiritual juga perlu dihadirkan.

“Dalam bekerja dan memasak, kami menganjurkan untuk selalu membaca shalawat dan doa Inna A’thainaka. Insyaallah makanan yang disajikan menjadi sehat, lezat, halal, dan penuh keberkahan. Dengan begitu, tidak hanya fisik anak yang sehat, tetapi rohaninya juga tertata,” tambah alumnus  S1 Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dan S2 Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Airlangga itu.

Dokter yang hobi bulu tangkis dan tenislapamgan ini berharap gathering seperti ini dapat terus berkesinambungan dan menjadi model kolaborasi yang baik. Ia mendorong agar sinergi antara rumah sakit, Dapur SPPG dan SPPG, dan instansi pemerintah dapat diperluas hingga tingkat Jawa Timur.

Sementara itu, perwakilan Dinkes Gresik Sri Utami, S.ST., M.M menyampaikan gambaran kondisi operasional SPPG dan Dapur SPPG di Gresik saat ini, dari total 103 unit yang terdata, sebanyak 86 unit telah beroperasi aktif, sementara sisanya masih dalam tahap persiapan.

Foto Para peserta antusias mengikuti Gathering Kesehatan di Aula RSI Nyai Ageng Pinatih Gresik, Senin, 26 Januari 2026. (Foto: Sutejo RC/Ketik.com)Para peserta antusias mengikuti Gathering Kesehatan di Aula RSI Nyai Ageng Pinatih Gresik, Senin, 26 Januari 2026. (Foto: Sutejo RC/Ketik.com)

Sri Utami menekankan, peningkatan jumlah unit harus diiringi dengan peningkatan kualitas menu. Ia mengingatkan agar setiap menu yang disajikan benar-benar mengacu pada standar gizi yang ditentukan dan disesuaikan dengan usia anak.

Sebagai contoh, ia menyoroti menu yang digemari anak seperti burger. “Burger boleh saja, tetapi isinya harus diperhatikan. Tidak sekadar roti dan sayur, melainkan harus mengandung sayur dan komposisi gizi seimbang,” tegasnya.

Ia menitipkan pesan kepada seluruh pengelola SPPG agar menu yang disajikan tidak hanya menarik secara visual, tetapi memiliki nilai gizi yang tepat. Hal ini penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan mencegah permasalahan gizi di kemudian hari.

Foto Gathering Kesehatan diikuti SPPG dari berbagai wilayah diHtesik. (Foto: Sutejo RC/Ketik.com)Gathering Kesehatan diikuti SPPG dari berbagai wilayah di Gresik. (Foto: Sutejo RC/Ketik.com)

Melalui gathering SPPG Wilayah Gresik ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teknis tentang gizi anak, tetapi juga penguatan nilai kebersamaan dan tanggung jawab sosial. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemenuhan gizi anak membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara tenaga kesehatan, penyelenggara pangan, dan pemerintah.

Dengan semangat Hari Gizi Nasional ke-66, RSI Nyai Ageng Pinatih Gresik berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin, sehingga program pemenuhan gizi anak melalui DPPG/SPPG semakin berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masa depan generasi Indonesia.

Hadir dalam acara ini Wakil Dikrektur Keuangan dan Umum RSI Nyai Ageng Pinatih drg. Achmad Zayadi, Wakil Direktur Medis dan Keperawatan dr. Siti Ashfiyah, Koordinator Wilayah SPPG Gresik Syahrir Mujib.

Selain itu, SPPG yang hadir berasal dari berbagai daerah antara lain SPPG  Trate,  Sidokumpul,  Kroman, Sukorame, Kebomas Gending 1, Kebomas Gending 2, Kebomas Gending 3, Kebomas Ngarjosari, Kebomas Klangonan, Manyar Suci, Manyar Leran, Manyar Karangrejo, Manyar Manyarejo, Manyar Sembayat, Yayasan Gresik Mentari Mandiri sejahtera Osowilangun, Yayasan Pendidikan Islam Darussalam Cerme, dan Cerme Lor 3. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gathering MBG Dinkes Gresik RSI Nyai Ageng Pinatih Gresik Gathering SPPG MBG