KETIK, JAKARTA – Kibaran bendera Merah Putih diprediksi bakal mendominasi langit Brasil akhir pekan ini. Di tengah cuaca Sirkuit Autódromo Internacional de Goiânia yang sulit ditebak dan ancaman gerimis, dua rider andalan Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, tampil kesetanan dalam sesi practice (20/3/2026). Keduanya sukses mengunci tiket otomatis menuju kualifikasi kedua (Q2) dengan performa yang bikin geleng-geleng kepala.
Veda Ega: Tipis-Tipis di Pucuk Moto3
Veda Ega Pratama benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai wonderkid baru di kelas Moto3. Membela panji Honda Team Asia, pembalap asal Gunungkidul ini seolah "menari" di atas aspal Goiania yang teknis. Hasilnya impresif: Veda nangkring di urutan ketiga tercepat secara keseluruhan.
Catatan waktunya, 1 menit 30,310 detik, hanya berselisih setipis kulit bawang dari David Almansa di posisi puncak. Veda hanya terpaut 0,050 detik dari P1 dan 0,047 detik dari Cormac Buchanan di urutan kedua.
Tidak hanya lincah di tikungan, Veda juga pamer otot dengan top speed mencapai 234,2 km/jam. Dengan modal P3, Veda tak perlu lagi berjudi di Q1 dan siap membidik barisan front row pada kualifikasi besok.
Mario Aji: Progres Nyata "Super Mario"
Setali tiga uang, kejutan juga datang dari kelas menengah, Moto2. Mario Suryo Aji membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pelengkap di musim 2026 ini. Di tengah dominasi Tony "Tiger" Arbolino yang memimpin sesi dengan 1 menit 23,709 detik, Mario berhasil menusuk ke posisi 5 besar.
Rider berjuluk "Super Mario" ini membukukan waktu 1 menit 24,455 detik. Ia menempel ketat barisan pembalap elite seperti Manuel Gonzalez dan David Alonso. Kemampuan Mario dalam mengelola degradasi ban dan adaptasi cepat di sirkuit Goiania menjadi kunci utama. Masuknya Mario di P5 memastikan dirinya langsung lolos ke Q2, sekaligus mencatatkan salah satu hasil latihan hari Jumat terbaiknya sepanjang berkarier di Moto2.
Lolos dari Jebakan Cuaca
Keberhasilan duo Indonesia ini sangat krusial. Pasalnya, cuaca di Goiania terkenal "centil" alias gampang berubah. Dengan langsung mengamankan slot Q2, Veda dan Mario terhindar dari risiko "lotre" cuaca yang kerap terjadi di sesi Q1.
Set-up motor Honda Team Asia nampak sudah menemukan titik temu sejak awal. Veda unggul dalam kelincahan, sementara Mario menunjukkan stabilitas luar biasa di zona pengereman. Jika tren positif ini berlanjut, bukan tidak mungkin podium ganda bagi Indonesia bakal tercipta di Negeri Samba. (*)
