KETIK, MALANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang menegaskan bahwa program pemberdayaan perempuan tidak hanya menyasar ibu rumah tangga. Perempuan yang aktif berkarier pun dinilai perlu penguatan kapasitas agar mampu menjalankan perannya secara optimal.
Kepala DP3A Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo, menjelaskan bahwa tantangan perempuan bekerja cukup kompleks karena harus menyeimbangkan tanggung jawab profesional dan peran domestik.
“Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak ini bagaimana perempuan berdaya sebagai ibu rumah tangga murni atau sebagai ibu rumah tangga yang merangkap kerja,” jelasnya.
Menurutnya, esensi pemberdayaan adalah membekali perempuan agar tetap ingat pada kewajibannya dalam keluarga meski memiliki karier cemerlang. Ia menekankan bahwa keberhasilan karier seharusnya berjalan beriringan dengan keharmonisan rumah tangga.
"Istri yang dipikirkan hanya karier melupakan keluarga, itu namanya perempuan yang tidak berdaya. Meski kariernya bagus, tapi rumah tangganya rusak itu perempuan yang tidak berdaya," imbuhnya.
Selain fokus pada keharmonisan keluarga, DP3A juga menaruh perhatian pada perempuan single parent. Mereka diberdayakan agar mampu mandiri secara ekonomi dan menjaga stabilitas hidup keluarga.
Tak berhenti di ranah domestik, Arbani mendorong keterlibatan perempuan di sektor publik. Ia ingin perempuan Malang memiliki suara di lembaga politik, eksekutif, legislatif, maupun swasta.
"Pemberdayaan juga bagaimana perempuan itu berdaya punya suara terutama di lembaga-lembaga politik, serta lembaga-lembaga eksekutif legislatif maupun swasta," tuturnya.
Sebagai penutup, Arbani menegaskan bahwa kemandirian perempuan tetap membutuhkan dukungan dari lingkungan terdekat. "Perempuan berdaya adalah mereka yang kuat mensejahterakan rumah tangganya, namun tetap harus didukung oleh peran suami," pungkasnya. (*)
