KETIK, MALANG – Sebuah tindakan penuh toleransi ditunjukkan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bromo pada gelaran Mujahadah Kubro 1 Abad NU. Pengurus dan jemaah gereja tersebut bahu-membahu mendirikan posko kesehatan dan tempat transit bagi ratusan jemaah Mujahadah Kubro yang hendak mengikuti acara di Stadion Gajayana, akhir pekan ini.
Pendeta Didik Trijatmiko menyebut bahwa aksi solidaritas mereka dilatarbelakangi semangat keindonesiaan. Ia pun menyebut bahwa kerja sama antara mereka dan NU sudah terjalin sejak lama.
"Kami ingin ambil bagian karena kebetulan juga lokasi kami sangat dekat dengan venue," ujar Didik.
"Mengumpulkan orang sekian banyak seperti ini tentu perlu partisipasi masyarakat dan kami ingin menjadi bagian dari masyarakat dan bagian dari perhelatan ini," sambungnya.
Menurut Didik, kerja sama dan toleransi seperti ini merupakan nilai-nilai Indonesia. Tanpa banyak prosedur struktural, tapi tetap harmonis.
"Sebuah kerja sama yang spontan dan harmonis," tegasnya.
GKI Bromo sendiri menyediakan posko kesehatan tempat transit di salah satu rumah milik gereja tersebut. Mereka menyediakan tempat bagi 250 orang jemaat dari Kota Kediri.
Selain itu, mereka juga mendirikan posko kesehatan yang dipergunakan untuk memantau kondisi kesehatan para jemaat yang mengikuti Mujahadah Kubro 1 Abad NU.
"Tenaga kesehatan kami ambil dari jemaat GKI. Bekerjanya dengan sistem shift. Ada tiga orang dalam satu shift selama empat jam. Ini terus bergantian," tutur Didik. (*)
