Dari Selatan Pasar hingga Kirim ke Luar Negeri, Begini Perjalanan Bakso Solo Kidul Pasar

30 Maret 2026 10:31 30 Mar 2026 10:31

Thumbnail Dari Selatan Pasar hingga Kirim ke Luar Negeri, Begini Perjalanan Bakso Solo Kidul Pasar

Bakso Solo Kidul Pasar salah satu kuliner Legendaris di Kota Malang (Foto: Illa/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Bakso Solo Kidul Pasar merupakan salah satu kuliner legendaris yang masih bertahan di tengah banyaknya usaha bakso di Kota Malang. Di balik kesederhanaan menunya, terdapat perjalanan panjang yang dimulai sejak puluhan tahun lalu dan terus dijaga secara turun-temurun.

Usaha ini pertama kali dirintis pada tahun 1960 di Jember sebelum akhirnya pindah ke Malang pada tahun 1965 dan mulai berkembang di sana. Nama “Kidul Pasar” sendiri bukan tanpa alasan, melainkan diambil dari lokasi awal berjualan.

“Kenapa dinamakan Bakso Kidul Pasar, karena kakek saya dulu berjualan di kidul pasar yang ada di selatan pasar,” ujar generasi ketiga pengelola Bakso Solo Kidul Pasar, Seto Sindu Mardi.

Perkembangan usaha mulai terlihat pada tahun 1990-an, ketika warung pertama berdiri di Jalan Sartono SH No. 52, yang hingga kini masih menjadi pusatnya. Dari sana, usaha ini terus berkembang hingga memiliki beberapa cabang di wilayah Malang.

Saat ini, pengelolaan usaha sudah masuk ke generasi ketiga dan tetap dijalankan dalam lingkup keluarga.

Seiring perkembangan zaman, perubahan paling terasa ada pada cara promosi. Jika dulu hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut, kini mereka aktif memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan Instagram. Meski begitu, cita rasa tetap dijaga agar tidak berubah.

Dari segi menu, Bakso Solo Kidul Pasar tetap mempertahankan konsep sederhana, yakni bakso dan bakso campur. Namun, ada dua hal yang menjadi daya tarik utama bagi pelanggan.

“Kalau daya tariknya, bakso kami ini ada di kuahnya karena menggunakan banyak rempah. Yang kedua, kami unggul di pangsit goreng karena memang menjadi best seller,” jelasnya.

Dalam perjalanan usahanya, Sindu juga mengungkapkan bahwa mereka pernah mengalami masa sulit, salah satunya saat pandemi Covid-19 yang berdampak besar pada penjualan.

Meski sempat mengalami penurunan, usaha ini justru menemukan peluang baru lewat produk frozen food yang mulai dijual pada tahun 2022. Awalnya hanya dari permintaan pelanggan, namun kini berkembang hingga bisa dikirim ke berbagai kota, bahkan luar negeri.

Untuk menjaga kualitas, produksi dilakukan setiap hari agar tetap segar. Hal ini menjadi salah satu alasan pelanggan tetap datang dan kembali.

Ke depan, Sindu berharap kondisi ekonomi tetap stabil agar usaha seperti ini bisa terus berjalan. Ia juga membuka peluang untuk menambah cabang, meski belum dalam waktu dekat karena masih perlu persiapan yang matang.

Perjalanan panjang ini menunjukkan bahwa konsistensi rasa dan kemampuan beradaptasi dengan zaman menjadi kunci bertahannya Bakso Solo Kidul Pasar hingga saat ini.

Tombol Google News

Tags:

Bakso Solo Kidul Pasar Kuliner Sosial Media Sindu Kota Malang legendaris