Commuter Probolinggo-Surabaya Beroperasi, Ribuan Penumpang Berpotensi Beralih dari Bus

2 Maret 2026 10:27 2 Mar 2026 10:27

Thumbnail Commuter Probolinggo-Surabaya Beroperasi, Ribuan Penumpang Berpotensi Beralih dari Bus

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, menyapa pengguna KA Commuter di dalam gerbong dalam perjalanan Probolinggo - Surabaya (Foto Eko Hardianto/ketik.com)

KETIK, PROBOLINGGO – Layanan Kereta Commuter, rute Surabaya - Pasuruan - Probolinggo (Supas) resmi diluncurkan 1 Maret 2026. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) merilis, total ada delapan trip setiap hari dari empat perjalanan pulang-pergi. 

Jadwal keberangkatan paling awal dari Surabaya, menuju Probolinggo, dimulai pukul 01.50 WIB dan tiba pukul 03.45 WIB. Sementara keberangkatan terakhir dari Probolinggo, menuju Surabaya, dijadwalkan pukul 21.22 WIB dan tiba pukul 23.36 WIB.

Direktur Operasi dan Pemasaran PT. KCI, Heri Siswanto, mengungkapkan, penjualan tiket Supas, menunjukkan tren positif. “Tiket yang terjual sudah 400 lebih. Alhamdulillah ada dukungan dari Pemerintah Kota Probolinggo,” jelasnya.

Heri juga berjanji jadwal Supas akan terus dievaluasi. Secara umum, lanjut dia, layanan KA Commuter, tidak mengubah jadwal kereta api lainnya. Sedangkan tambahan layanan menargetkan peningkatan okupansi pengguna jasa kereta api. 

“Jadwal keberangkatan dari Surabaya, tetap diatur agar terintegrasi dengan baik. Termasuk penyesuaian waktu kedatangan di Pasuruan, bagi perjalanan pagi,” terangnya saat seremoni peluncuran KA Commuter, perdana di Stasiun Probolinggo, Minggu 1 Maret 2026 malam. 

Untuk tarif ditetapkan PT KCI tergolong murah. Yakni Rp6.000 untuk jarak hingga 63 kilometer. Dan Rp8.000 untuk jarak 64 kilometer atau lebih. Termasuk perjalanan penuh Surabaya - Probolinggo. 

Kebijakan tarif murah tersebut diharapkan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang lebih aman dan efisien.

Pemerintah Kota Probolinggo, menyambut baik peluncuran KA Commuter Supas. Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, mengatakan, Supas bisa menjadi solusi transportasi massal yang terjangkau. Khususnya bagi masyarakat Kota Probolinggo, yang beraktivitas antarwilayah di kawasan tapal kuda hingga Surabaya.

“Tentu Supas memperkuat konektivitas wilayah, mendukung mobilitas pekerja, pelajar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, layanan ini juga diharapkan mengurangi kepadatan lalu lintas pantura jalur utama kendaraan pribadi dan angkutan barang,” kata Aminuddin.

Tak hanya itu, lanjut dia, layanan tersebut akan diintegrasikan dengan kalender event Kota Probolinggo. Pemerintah kota ingin menghubungkan arus wisatawan dari Surabaya, ke Probolinggo, melalui KA Commuter.

“Kita hubungkan dengan wisatawan dari Surabaya, ke Kota Probolinggo, menggunakan KA Commuter ini. Ya supaya memudahkan pergerakan mereka yang ingin stay atau kembali ke Surabaya. Peluang wisatawan untuk menginap di Kota Probolinggo tentu semakin meningkat,” katanya.

Saat ini, beber politisi Partai Gerindra itu, wisatawan menginap di Kota Probolinggo masih sekitar 10 persen. Namun, dengan adanya akses transportasi yang lebih mudah dan terjangkau, ia optimistis dampaknya akan signifikan.

Sementara itu, hasil penelusuran ketik.com mencatat, koridor transportasi darat Probolinggo-Surabaya, masih menjadi salah satu jalur tersibuk di Jawa Timur.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, menunjukkan, banyak operator bus AKDP, patas, dan ekonomi, melayani jarak 100 KM. Mobilitas penumpang di jalur ini juga tergolong tinggi.

Frekuensi keberangkatan diperkirakan mencapai 40 hingga 80 unit bus per hari untuk dua arah. Dengan kapasitas rata-rata 30 sampai 40 penumpang per bus. BPS juga memperkirakan, jumlah pengguna bus di koridor ini mencapai 1.000 hingga 3.000 penumpang per hari.

Secara bulanan, angka tersebut setara dengan sekitar 30.000 hingga 90.000 penumpang. Sedangkan dalam satu tahun diperkirakan mencapai 360.000 hingga 1 juta penumpang. Jumlah ini mencakup layanan bus antar kota dalam provinsi (AKDP) reguler maupun bus patas.

“Tingginya angka mobilitas ini menunjukkan bus masih menjadi pilihan penting masyarakat, terutama bagi pekerja, mahasiswa, dan warga yang melakukan perjalanan rutin antara Probolinggo dan Surabaya,” ujar Pudi Adji Tjahjo Wahono, Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo.(*)

Tombol Google News

Tags:

SUPAS Commuter Line SUPAS Kereta Surabaya Probolinggo KA Komuter Surabaya PT KCI Stasiun Probolinggo Kereta komuter Jatim Mobilitas pekerja Pantura Jawa Timur Pemkot Probolinggo Aminuddin Probolinggo Wisata Probolinggo