KETIK, CILACAP – Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa kemarau panjang di wilayah Kabupaten Cilacap dimulai bulan Mei dan puncaknya terjadi Agustus 2026.
Menghadapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan antisipasi dini untuk menghadapi dampak kekeringan pada musim kemarau 2026.
Adapun antisipasi dilakukan BPBD dengan menyiapkan bantuan air bersih yang nanti akan didistribusikan ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo mengaku telah menyiagakan tiga unit armada tangki yang siap mendropping air bersih di beberapa wilayah.
"Saat warga membutuhkan air bersih efek dari musim kemarau dan kekurangan air, kami siap mendropping air bersih," ujar Taryo saat ditemui Kamis 2 April 2026
Taryo mengungkapkan, BPBD Cilacap pada tahun sebelumnya telah memberi bantuan air bersih kepada warga di 28 desa yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang.
"Kalau potensi wilayah ada 105 desa yang terdampak kekeringan, dan pengalaman di tahun kemarin, kita hanya mendropping 28 desa saja di 20 kecamatan," terangnya.
Selain memetakan wilayah yang berpotensi kekeringan, BPBD juga telah berkoordinasi dengan lintas sektoral untuk melakukan kalkulasi kebutuhan air bersih.
"Pokoknya seberapapun kebutuhan air yang dibutuhkan oleh masyarakat, kita siapkan. Termasuk koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti BUMN, BUMD maupun swasta," pungkas Taryo.
"Support mereka kepada kita luar biasa seperti yang telah dilakukan sebelumnya mereka membantu memenuhi kebutuhan air bersih, ketika memang anggaran kita mungkin tidak mencukupi atau kurang dropping air bersih nanti," tandas Kepala Pelaksana BPBD Cilacap ini. (*)
