KETIK, SURABAYA – Kabar baik bagi anda yang saat ini sedang mencari kerja. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar kegiatan job fair di Grand City Mall, pada tanggal 7-8 April 2026
Pemkot Surabaya menyediakan lebih dari 1.000 lowongan kerja pada job fair tersebut. Wali Kota Eri Cahyadi berharap, dengan even ini dapat membuka peluang kerja yang berorientasi ekspor sehingga membuka kesempatan bagi tenaga kerja lokal untuk terlibat dalam pasar global.
"Di Surabaya job fair ada juga yang diekspor. Nanti kami lepas ekspornya dari Surabaya," katanya.
Pria yang juga Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini menekankan, kebutuhan tenaga kerja sektor ekspor masih tinggi. Maka dari itu, ia menilai kolaborasi dengan generasi muda menjadi kunci permintaan tersebut.
"Maka inilah saya butuh butuhkan kerja sama nanti anak-anak ini bisa memenuhi kebutuhan yang akan diekspor," lanjutnya.
Sementara itu job fair itu dinamakan Surabaya Industrial & Labour (SIL) Festival. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro menjelaskan, jika industri mampu menembus pasar ekspor maka kebutuhan produksi akan terus meningkat.
Hal ini menimbulkan multiplayer efek, dimana banyak peluang kerja baru yang terbuka.
"Banyak produk kami sebenarnya sudah layak ekspor, tetapi lemah di kemasan dan presentasi itu yang kami perkuat. Termasuk kemampuan komunikasi bahasa Inggris," kata Hebi dikutip dari keterangan resmi.
Ia melanjutkan, forum ekspor SIL Festival juga mempertemukan pelaku industri dengan pembeli dari enam negara, seperti Amerika Serikat, Brunei Darussalam, dan Pakistan hadir secara langsung. Sedangkan Oman, Hong Kong, dan Singapura akan hadir secara daring
"Yang kami kejar adalah matching antara buyer dan pelaku industri. Kalau itu terjadi, dampaknya langsung ke pembukaan lapangan kerja," katanya.
Hebi mengungkapkan rangkaian utama SIL Festival berlangsung pada 7-8 April 2026 dengan agenda utama job fair dan forum ekspor.
Sebagai informasi, job fair yang digelar Pemkot Surabaya juga terbuka bagi penyandang disabilitas seperti daksa ringan, rungu wicara, dan down syndrome. (*)
