KETIK, MALANG – Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan salah satu destinasi wisata utama Indonesia. Ratusan wisatawan berkunjung ke kawasan tersebut tiap harinya.
Namun, tak jarang, para wisatawan yang datang ke sana harus kecele. Pasalnya, ada penutupan kawasan yang dilakukan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS).
Pada awal 2026, BBTNBTS telah menetapkan sejumlah jadwal penutupan kawasan Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang akan berlaku sepanjang tahun. Jadwal ini bisa jadi panduan kunjungan ke kawasan TNBTS.
Dalam SK Kepala BBTNBTS Nomor 12 Tahun 2025, ada beberapa jadwal penutupan kawasan TNBTS. Penutupan ini sudah dikoordinasikan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, unsur pemerintah kecamatan dan desa, aparat kepolisian, tokoh adat Tengger, pelaku usaha, dan paguyuban jasa wisata di kawasan TNBTS.
Jadwal penutupan pertama tahun ini adalah untuk pendakian Gunung Semeru. Penutupan dilakukan pada 1 Januari sampai 31 Maret 2026. Penutupan bertujuan untuk revitalisasi ekosistem dan mempertimbangkan faktor cuaca.
Pada 17 dan 18 Januari 2026, giliran kawasan Gunung Bromo yang ditutup. Penutupan ini dikarenakan adanya akhir Wulan Kapitu. Pada Hari Raya Nyepi, 18–19 Maret, kawasan Gunung Bromo akan kembali ditutup.
Pada 6–12 April, kawasan Bromo bakal ditutup usai libur Idulfitri. Penutupan kembali akan dilakukan pada 30 Mei sampai 2 Juni. Kali ini penutupan dilakukan karena adanya peringatan Hari Raya Kasada dan pembersihan pasca-Kasada.
Awal Wulan Kapitu, pada 8–9 Desember, kawasan Gunung Bromo bakal kembali ditutup. Sementara, pada 1 Desember sampai 31 Desember, pendakian Gunung Semeru juga bakal ditutup karena faktor cuaca dan untuk revitalisasi ekosistem.
Selama penutupan kawasan, aktivitas wisata dihentikan sementara, kecuali kegiatan darurat atau strategis dengan izin.
Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, menyebut bahwa selain penutupan yang sudah dijadwalkan ini, ada juga kemungkinan kawasan TNBTS ditutup di luar jadwal. Salah satu pertimbangan penutupan tersebut adalah faktor cuaca.
“Selain itu, terdapat faktor perubahan status kegunungapian ke tingkat yang lebih tinggi,” tutur Endrip kepada Ketik.com, Sabtu, 3 Januari 2026. (*)
