Cadangan Minyak Jadi Motif Utama Serbuan Amerika Serikat ke Venezuela?

4 Januari 2026 08:02 4 Jan 2026 08:02

Thumbnail Cadangan Minyak Jadi Motif Utama Serbuan Amerika Serikat ke Venezuela?
Presiden Amerika, Donald Trump, menyebut cadangan minyak Venezuela akan dikelola bersama sejumlah perusahaan minyak. (Foto: instagram @realdonaldtrump)

KETIK, JAKARTA – Sejumlah spekulasi muncul terkait serangan Amerika Serikat ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh pasukan khusus mereka. Salah satu spekulasi ini menyebut bahwa minyak merupakan motif utama serangan Amerika Serikat ini.

Venezuela sendiri sebelumnya dikenal sebagai negara kaya minyak. Bahkan, cadangan minyak negara tersebut merupakan yang terbesar di dunia saat ini.

Dilansir dari CBSNews, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump beberapa kali menyoroti minyak Venezuela dalam pidatonya. Ia menyebut Amerika Serikat akan 'membenahi' sistem perminyakan Venezuela.

"Kami akan menjualnya kepada mereka. Kami tidak akan mengatakan tidak akan memberikannya kepada mereka. Dengan kata lain, kami akan menjual minyak, mungkin dalam jumlah yang jauh lebih besar, karena mereka tidak dapat memproduksinya dalam jumlah besar karena infrastruktur mereka sangat buruk," kata Trump.

"Jadi, kami akan menjual jumlah besar minyak ke negara-negara lain — banyak di antaranya sudah menggunakannya sekarang — tetapi saya kira banyak lagi yang akan datang," sambungnya.

Trump menyebut akan membangun kembali infrastruktur minyak Venezuela. Ia akan menggandeng sejumlah perusahaan untuk melaksanakan proyek miliaran dollar tersebut.

“Kami akan membangun kembali infrastruktur minyak, yang akan menghabiskan miliaran dolar, dan biayanya akan ditanggung langsung oleh perusahaan-perusahaan minyak. Kami akan memastikan minyak mengalir seperti seharusnya,” tuturnya.

Sementara itu, seorang anggota Kongres Amerika Serikat, Thomas Massie, menyebut bahwa minyak memang merupakan motif utama serangan Amerika ke Venezuela. Ia menafikan alasan pemerintah Amerika bahwa Nicolas Maduro terkait dengan perdagangan narkoba.

"Presiden sebelumnya mengatakan kepada kita untuk berperang atas senjata pemusnah massal yang tidak ada,” kata Massie.

“Sekarang skenario yang sama, kecuali kita diberitahu bahwa narkoba adalah senjata pemusnah massal. Jika ini tentang narkoba, kita akan membom Meksiko, atau China, atau Kolombia, dan presiden tidak akan mengampuni Juan Orlando Hernandez. Ini tentang minyak dan perubahan rezim,” tandas politikus Partai Republik ini. (*)
 

Tombol Google News

Tags:

Amerika Serikat Venezuela Donald Trump Minyak Venezuela Partai Republik