KETIK, BANDUNG – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyambut baik dan memberi apresiasi atas penyelenggaraan Grand Final Seleksi Pemuda Pelopor dan Pemuda Prakarsa Kabupaten Bandung Tahun 2026 di Grand Sunshine Soreang, Kamis (2/4/2026).
Wabup Bandung mengaku kagum dengan banyaknya platform diciptakan para pemuda Kabupaten Bandung berupa inovasi yang dibutuhkan Kabupaten Bandung dalam menemukan solusi atas permasalahan yang timbul.
"Saya kaget juga, ini luar biasa banyak inovasi platform yang diciptakan para finalis yang memang inovasi ini dibutuhkan Kabupaten Bandung," ungkap wabup saat membuka kegiatan.
Permasalah yang masih menjadi isu stretegis di Kabupaten Bandung menurutnya antara lain masalah sampah, kemacetan jalan, banjir, dan masalah pengangguran.
"Pak Bupati sangat concern untuk mengatasi dan menyelesaikan semua permasalahan itu melalui berbagai program prioritas. Termasuk masalah pengangguran dengan menciptakan 10 ribu lapangan kerja dan wirausaha baru setiap tahunnya," kata Wabup Ali Syakieb.
Menurutnya, dalam masalah pengangguran pun, generasi muda harus bisa merubah mindset agar tidak hanya tergantung untuk melamar pekerjaan. Tapi dengan lebih menciptakan lapangan pekerjaan maupun berwirausaha mandiri.
Ali menekankan agar dalam setiap permasalahan yang muncul terkait pelayanan publik, masyarakat khususnya generasi muda tidak hanya bisa menyalahkan pemerintah saja, tapi harus ikut berkontribusi dalam pemecahan masalah yang ada.
""Bentuk kontribusinya bisa dengan inovasi atau berbagai program kegiatan. Seperti adik-adik finalis ini adalah para penerus bangsa. Generasi muda jangan hanya mau jadi penonton, tapi harus jadi penentu perubahan yang lebih baik, lebih Bedas bagi Kabupaten Bandung maupun republik tercinta ini," tandas Ali Syakieb.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung Dicky Anugrah menambahkan, para finalis yang berhasil memasuki babak grand final ini merupakan para pemuda pelopor dan prakarsa dari 18 perwakilan kecamatan se-Kabupaten Bandung.
"Bagi yang lolos grand final, selanjutnya para finalis akan menjadi kandidat untuk menjadi peserta kompetisi Pemuda Pelopor tingkat provinsi dan nasional," kata Dicky.
Pihaknya mengaku bangga melihat berbagai inovasi yang ditampilkan dari berbagai kategori. Hal ini sesuai dengan tujuan kegiatan untuk mencari dan mengidentifikasi serta memilih pemuda-pemuda potensial yang memiliki kepeloporan kreativitas dan inovasi serta kepedulian sosial, dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat di Kabupaten Bandung.
"Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai sarana pembinaan dan apresiasi terhadap peran pemuda yang telah menunjukkan inisiatif karya dan aksi nyata di berbagai bidang," jelasnya.
Dengan demikian, imbuh Dicky, hal ini dapat mendorong tumbuhnya semangat kepeloporan dan prakarsa di kalangan generasi muda secara berkelanjutan.(*)
