KETIK, BANDUNG – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, M Akhiri Hailuki, mengingatkan pentingnya antisipasi dan mitigasi bencana akibat potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih terjadi selama Maret 2026, terutama dalam menghadapi pengamanan arus mudik, arus balik, serta meningkatnya aktivitas pariwisata di wilayah Kabupaten Bandung.
Menurut Hailuki, faktor cuaca harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, karena kondisi hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang, hingga potensi longsor dapat berdampak pada kelancaran lalu lintas, keselamatan pemudik, serta kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi di Kabupaten Bandung.
“Memasuki bulan Maret ini kita masih berada pada periode cuaca yang cukup ekstrem. Karena itu saya mengingatkan agar seluruh unsur terkait, baik pemerintah daerah, kepolisian, TNI, BPBD, maupun pengelola objek wisata, benar-benar meningkatkan kesiapsiagaan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan khususnya kepada para pemudik, seperti bencana hidrometeorologi,” ujar Hailuki saat ditemui di Bale Rame Soreang, Minggu (15/3/2026).
Menurutnya, sejak akhir 2025 dan awal 2026, cuaca ekstrem di Jawa Barat termasuk di Kabupaten Bandung semakin sering dipicu oleh peningkatan siklon tropis akibat perubahan iklim, yang menyebabkan hujan lebat dan angin kencang.
Hailuki menilai, Kabupaten Bandung merupakan daerah tujuan wisata sekaligus jalur perlintasan yang cukup padat saat momentum libur panjang dan arus mudik, sehingga koordinasi lintas sektor harus dilakukan lebih awal agar tidak terjadi gangguan yang dapat merugikan masyarakat.
Selain itu, Hailuki juga mendorong agar dilakukan pengecekan rutin terhadap jalur rawan longsor, daerah rawan banjir, serta kesiapan rambu dan penerangan jalan, terutama di kawasan wisata pegunungan yang sering mengalami perubahan cuaca secara cepat.
“Kita tidak ingin ada kejadian yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal. Prinsipnya keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, baik yang mudik, yang berwisata, maupun warga Kabupaten Bandung sendiri,” katanya.
Wakil Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bandung ini berharap pengamanan arus mudik dan balik tahun ini tidak hanya fokus pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga memperhatikan faktor keselamatan akibat cuaca, sehingga masyarakat dapat menjalani perjalanan dengan aman dan nyaman.
Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas rendah hingga menengah, yang diprakirakan masih akan mengguyur sebagian besar wilayah Jawa Barat selama periode arus mudik dan balik Idulfitri 2026.
Masyarakat yang akan melakukan perjalanan disarankan untuk bepergian pada pagi hingga siang hari guna menghindari hujan yang lebih sering terjadi pada sore dan malam hari.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menyampaikan beberapa wilayah Jawa Barat diprakirakan akan mengalami curah hujan dengan intensitas tinggi. Daerah tersebut meliputi sebagian besar Kabupaten Majalengka, barat daya Kabupaten Kuningan, sebagian kecil timur dan tengah Kabupaten Sumedang, serta tenggara Kabupaten Subang.
“Untuk menekan intensitas curah hujan di wilayah yang berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi, operasi modifikasi cuaca akan dilaksanakan secara situasional dan berbasis kebutuhan,” ujar Rahayu dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Arus Mudik dan Balik Idulfitri 2026, Jumat (13/3/2026).
Terkait kondisi perairan, BMKG mengimbau masyarakat pesisir diminta waspada terhadap potensi banjir pesisir (rob) yang diprakirakan terjadi pada dua periode, yakni 19 Maret 2026 akibat fenomena bulan baru dan 22 Maret 2026 yang dipicu oleh fenomena perigee atau jarak terdekat bumi dengan bulan.
Rahayu mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan upaya mitigasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat yang dapat memicu banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
“Instansi terkait diharapkan dapat memperhatikan ruas jalan yang rawan banjir dan longsor, melakukan pemangkasan pohon tua yang berpotensi tumbang, serta menertibkan reklame yang berisiko roboh akibat angin kencang,” imbaunya.
Ia juga mengingatkan para pemudik untuk menghindari ruas jalan atau kawasan yang dikenal rawan terhadap bencana banjir dan longsor.
Senada dengan BMKG, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hadi Wijaya, memperingatkan musim hujan yang masih berlangsung saat Idulfitri 2026 dapat memicu terjadinya gerakan tanah.
Potensi ini terutama tinggi di wilayah lereng curam dan area dengan batuan vulkanik yang telah lapuk. Sejumlah jalur utama mudik pun masuk dalam daftar waspada. Jalur Puncak yang legendaris disebut rawan longsor saat diguyur hujan deras.***
