Buntut Konfercab, Kader PDIP Brebes Pilih Mundur dan Ajak Simpatisan Ikut

17 Januari 2026 18:16 17 Jan 2026 18:16

Thumbnail Buntut Konfercab, Kader PDIP Brebes Pilih Mundur dan Ajak Simpatisan Ikut

Riyanto, salah satu kader PDIP Brebes menyampaikan pernyataan sikap pengunduran diri pasca Konfercab, Sabtu, 17 Januari 2026. (Foto: Agus for Ketik.com)

KETIK, BREBES – Polemik pasca Konferensi Cabang (Konfercab) DPC PDIP Brebes terus bergulir.

Sejumlah kader partai berlambang banteng moncong putih ramai-ramai secara terbuka mengajak simpatisan ikut mengundurkan diri.

Salah satu tokoh yang menyuarakan sikap itu adalah Riyanto, mantan anggota dewan periode 1999-2004.

“Kami kecewa dengan hasil konfercab yang tidak demokratis. Ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang wong cilik yang selama ini berjuang di PDIP,” kata Riyanto kepada Ketik.com, Sabtu, 17 Januari 2026.

Langkah Riyanto diikuti oleh sejumlah kader lain yang mengaku telah lama memendam kekecewaan terhadap dinamika internal partai di Brebes.

Mereka menyebut proses konfercab sebagai titik puncak yang membuat mereka tidak lagi merasa terwakili.

“Saya sudah lama di PDIP, tapi saya tidak bisa menerima hasil seperti ini,” ujar salah satu kader PDIP yang menyatakan dukungan terhadap langkah Riyanto.

Ia menyatakan kekecewaan mereka terhadap proses dan hasil konfercab yang dinilai tidak mencerminkan aspirasi arus bawah.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan ke publik, para kader tersebut tidak hanya menyatakan pengunduran diri dari PDIP, tetapi juga mengajak rekan sejawat serta simpatisan lainnya untuk mengikuti langkah serupa.

Para kader tersebut mengklaim keputusan keluar dari PDIP diambil sebagai bentuk integritas politik.

Mereka menilai sikap diam justru akan mengabaikan suara kader akar rumput yang selama ini menjadi basis kekuatan partai.

Kekecewaan yang menumpuk akhirnya mendorong mereka mengambil sikap terbuka, meski menyadari konsekuensi politik dari keputusan tersebut.

Fenomena pengunduran diri kader dan simpatisan PDIP di Kabupaten Brebes ini diklaim berpotensi meluas apabila Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP tidak segera mengambil langkah rekonsiliasi atau melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dinamika internal partai di daerah.

Pengamat politik Azra Fadila Prabowo menilai situasi ini sebagai tantangan serius bagi stabilitas internal PDIP pada awal tahun 2026. Menurutnya, soliditas kader merupakan kunci utama kekuatan partai politik.

“Fenomena ini harus disikapi serius mengingat soliditas kader adalah kunci utama kekuatan partai. Elit politik perlu segera melakukan langkah rekonsiliasi dan evaluasi mendalam,” ujar Azra.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Brebes menanggapi polemik tersebut dengan menyebut klaim eksodus kader sebagai bagian dari dinamika politik yang lazim terjadi.

Ia menyatakan bahwa kebenaran dari klaim tersebut baru bisa dibuktikan melalui hasil pemilihan umum mendatang.

“Klaim soal eksodus atau perpindahan dukungan itu hak masing-masing pihak untuk berbicara. Namun benar atau tidaknya klaim tersebut, mari kita lihat saja hasilnya di kotak suara pada Pemilu 2029 nanti. Itu indikator paling jujur dan tidak bisa dimanipulasi,” ujarnya, Sabtu, 17 Januari 2026.

Diketahui sebelumnya, pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar mengungkapkan telah menerima sejumlah kader dan simpatisan PDIP Brebes.(*)

Tombol Google News

Tags:

Dinamika Peta Politik Brebes PDI - P Golkar Kader Simpatisan Ketiban Pulung. ‎ PDIP Brebes kader PDIP Konfercab PDIP eksodus kader Dinamika Politik Pemilu 2029