Blusukan ke Wilayah Terisolir, Cak Hadi Perjuangkan Ragam Aspirasi Warga Lereng Gunung Wilis

Anggota DPRD Jatim M. Hadi Setiawan Dicurhati soal Jalan Rusak dan Serangan Jamur Perkebunan

8 Maret 2026 05:45 8 Mar 2026 05:45

Thumbnail Blusukan ke Wilayah Terisolir, Cak Hadi Perjuangkan Ragam Aspirasi Warga Lereng Gunung Wilis

Cak Hadi saat membagikan puluhan baju layak pakai kepada masyarakat yang membutuhkan dalam kegiatan safari ramadan di Desa Petungroto Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri (Foto: Angga/ketik.com)

KETIK, KEDIRI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, M. Hadi Setiawan, melakukan kunjungan ke Desa Petungroto, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Sabtu sore, 7 Maret 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan safari Ramadan sekaligus upaya menyerap langsung aspirasi masyarakat yang tinggal di kawasan lereng Gunung Wilis.

Saat rombongan tiba, kabut tipis masih menyelimuti wilayah dataran tinggi tersebut. Desa Petungroto berada di kawasan kaki Gunung Wilis dengan karakteristik pegunungan dan akses yang relatif terbatas. Kondisi geografis itu membuat pembangunan di wilayah tersebut belum berkembang optimal dibandingkan daerah perkotaan.

Keterbatasan akses infrastruktur masih menjadi persoalan utama yang dihadapi masyarakat. Banyak ruas jalan desa mengalami kerusakan, sementara fasilitas dasar seperti pendidikan dan layanan kesehatan juga dinilai belum memadai. Kondisi tersebut turut memengaruhi tingkat kesejahteraan warga.

Kepala Desa Petungroto, Daryono, menjelaskan bahwa kerusakan jalan menjadi kendala serius bagi mobilitas masyarakat.

“Kondisi jalan di desa ini sangat rusak parah sepanjang 3 kilometer, serta terjadi penyempitan dari 3 meter menjadi 2 meter,” kata Daryono.

Ia mengungkapkan, keterbatasan anggaran desa membuat perbaikan jalan belum bisa dilakukan secara menyeluruh. Karena itu, ia memanfaatkan kunjungan anggota DPRD Jawa Timur tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Selain masalah infrastruktur, warga juga menghadapi tantangan di sektor perkebunan. Sebagian besar masyarakat menggantungkan penghasilan dari komoditas cengkeh dan peternakan. Namun, belakangan perkebunan cengkeh banyak terserang penyakit jamur yang sulit dikendalikan.

“Tadi kami juga sampaikan soal penyakit jamur yang menyerang perkebunan cengkeh dan sulit dikendalikan. Kami kewalahan, sudah kami sampaikan ke dinas terkait namun belum ada solusi. Kalau sudah terkena jamur pohon akan mati,” imbuhnya.

Ketidakstabilan hasil perkebunan berdampak pada kondisi ekonomi warga. Situasi tersebut turut memengaruhi keberlanjutan pendidikan anak-anak di desa tersebut. Tidak sedikit siswa yang terpaksa putus sekolah karena keterbatasan biaya.

Menurut Daryono, masalah ekonomi juga kerap memicu terjadinya pernikahan dini di kalangan remaja.

“Sebenarnya kesadaran warga soal pendidikan cukup tinggi dengan banyaknya lulusan sarjana. Namun tantangan faktor ekonomi sering memicu pernikahan dini,” ujarnya.

Di sisi lain, Desa Petungroto sebenarnya memiliki potensi wisata yang cukup besar, yakni Situs Panji Laras. Namun hingga kini potensi tersebut belum berkembang karena akses jalan menuju lokasi wisata masih kurang memadai.

Pemerintah desa berharap ada dukungan dari berbagai pihak untuk membantu memperbaiki infrastruktur, memperkuat kelompok tani, serta meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut. Saat ini, Madrasah Aliyah (MA) Ma’arif menjadi salah satu lembaga pendidikan terdekat bagi warga desa.

“Untuk itu harapan kami ada intervensi soal penanganan jalan, kemudian pendidikan, kelompok tani serta program-program lain yang bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sini. Karena daerah sini masuk wilayah terpencil, jauh dari perkotaan,” pungkasnya.

Menanggapi berbagai persoalan yang disampaikan warga, M. Hadi Setiawan yang akrab disapa Cak Hadi menyatakan sengaja datang langsung ke desa tersebut untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus mendengar keluhan masyarakat.

“Mendengar secara langsung adalah cara paling efektif untuk mengetahui persoalan yang dihadapi,” kata Cak Hadi dalam kegiatan safari Ramadan di MA Ma’arif.

Ia menegaskan akan memperjuangkan aspirasi masyarakat Lereng Gunung Wilis melalui perannya sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur. Selain itu, ia juga akan berkoordinasi dengan jajaran Fraksi Golkar di DPRD Kabupaten Kediri untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang disampaikan warga.

“Seperti soal pendidikan yang disampaikan tadi, kami mengawal bagaimana pendidikan minimal 12 tahun itu dapat terealisasi. Bagi yang sudah menikah usia dini, kami upayakan agar bisa kejar paket. Nah untuk itu kami terus lakukan konseling agar untuk merealisasikan program pemerintah lebih mudah,” imbuhnya.

Dalam kegiatan safari Ramadan tersebut, Cak Hadi juga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat sekitar sekolah. Ia membagikan paket sembako serta memberikan bantuan tambahan kepada para tenaga pengajar di MA Ma’arif.

“Tadi ada 16 guru di sekolah itu kami berikan uang tambahan Rp 200 ribu per orang. Bayangkan dengan honor Rp 150-200 ribu mereka ikhlas mengabdi untuk mencerdaskan anak bangsa,” kata dia.

Selain itu, rombongan juga menggelar bazar pakaian layak pakai bagi warga sekitar. Puluhan pakaian yang dibawa dalam kegiatan tersebut langsung disambut antusias oleh masyarakat yang datang.

“Alhamdulillah mendapat perhatian dari masyarakat dan langsung jadi rebutan oleh masyarakat yang membutuhkan. Kami, Golkar berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Safari Ramadan serap aspirasi masyarakat Pemdes Petungroto Pemkab Kediri M. Hadi Setiawan Sarmuji DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri