Jadi Fondasi Indonesia Emas, Sarmuji Dorong Akselerasi Program MBG Presiden Prabowo Subianto

6 Maret 2026 03:48 6 Mar 2026 03:48

Thumbnail Jadi Fondasi Indonesia Emas, Sarmuji Dorong Akselerasi Program MBG Presiden Prabowo Subianto

Cak Sarmuji dan Cak Hadi saat memberikan hadiah kepada peserta sosialisasi program MBG di Balai Pertemuan Bhagawanta Bhari Kediri (Foto: Angga/Ketik.com)

KETIK, KEDIRI – Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M Sarmuji mendorong akselerasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat secara menyeluruh.

Akselerasi program untuk membangun sumber daya manusia unggul itu dinilai strategis sebagai fondasi menuju generasi Indonesia emas.

Intervensi negara di bidang pemenuhan gizi, menurut Sarmuji sangat penting agar generasi Indonesia memiliki kemampuan fisik yang baik, kecerdasan mental serta kapasitas intelektual yang memadai dimasa mendatang.

Hal itu ditegaskan Sarmuji saat sosialisasi dalam rangka mendukung program makan bergizi gratis bersama mitra kerja komisi IX DPR-RI di Balai Pertemuan Bhagawanta Bhari Kediri, Kamis 5 Maret 2026 malam. Kegiatan itu dihadiri ratusan ibu-ibu muslimat di Kabupaten Kediri.

“Kita sangat mendukung baik dari sisi kebijakan maupun sosialisasi. Kita berikan dukungan yang penuh agar masyarakat memahami bahwa program ini adalah program yang memang didesain untuk memberikan manfaat, terutama tumbuhnya generasi yang kuat, sehat, cerdas untuk menyongsong Indonesia Emas,” kata Sarmuji.

Selain sebagai fondasi penting menyongsong Indonesia Emas 2045, program MBG memiliki efek berantai terhadap sektor ekonomi. Program ini menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha, penyedia bahan pangan hingga menciptakan lapangan pekerjaan baru. Untuk itu, pihaknya mendorong agar realisasi MBG dapat terus diperluas hingga pelosok daerah.

“Program seperti ini dulu zaman kecil saya sudah pernah terjadi, waktu SD waktu TK saya itu ada. Hanya saja waktu itu kapasitas negara masih kecil untuk bisa membiayai ini. Jadi dulu waktu TK saya itu seminggu dua kali kami kalau nggak dapat kacang hijau, ya dapat susu. Itu pun seminggu dua kali. Sekarang kemampuan negara kita alhamdulillah sudah bisa membiayai setiap hari dengan menu yang cukup memadai untuk kandungan gizinya,” imbuhnya.

Cak Sarmuji sapaan akrabnya mengakui hingga saat ini belum sepenuhnya seluruh daerah bisa merasakan program unggulan presiden itu. Dia mencontohkan di daerah pemilihannya terdapat sekolah yang masih berproses untuk menerima program MBG. Untuk itu pihaknya mendorong agar realisasi program itu dapat dipercepat sehingga manfaatnya dapat dirasakan menyeluruh.

“Memang masih ada beberapa titik. Saya amati di dapil saya saja, di Blitar kemarin kami temukan masih ada sekolah yang belum mendapatkan MBG. Tapi memang proses ya. Sudah ada pembangunan dapurnya, kita harapkan satu-dua bulan ke depan sudah bisa selesai, terutama di daerah-daerah yang mudah terjangkau seperti di dapil Kediri, Tulungagung, Blitar,” pungkasnya.

Kasubbag TU Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Jember, Suhaidi menambahkan untuk merealisasikan program MBG, pemerintah menargetkan sebanyak 32.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia terbentuk. Jumlah itu akan terus diperluas hingga program MBG menyentuh hingga penjuru negeri.

“Ditargetkan tahun 2026 ini bisa mencapai seluruhnya itu 32.000 lebih SPPG di Indonesia. Jadi ini masih proses terus, proses verifikasi, proses pembangunan yang nanti diharapkan di akhir tahun 2026 bisa tercapai target 32.000 SPPG,” kata dia.

Lewat operasional SPPG secara masif dan terus bertambah itu pihaknya berharap prevalensi stunting yang turun lambat dari 37,6 persen pada 2013 menjadi 21,5 persen pada 2023 sehingga target angka stunting 14 persen secara nasional pada 2024 yang belum terealisasi dapat turun drastis lewat intervensi gizi anak. Pada 2024, angka stunting berada di angka 19,8 persen, di bawah target nasional.

“Untuk itu sasaran penerima MBG terus diperluas, tidak hanya peserta didik saja. Ada ibu hamil, ibu menyusui hingga anak balita. Jadi pemetaan-pemetaan sedang dilakukan untuk menjangkau kelompok yang lebih luas,” tambahnya.

Akselerasi program MBG Presiden Prabowo Subianto itu juga mendapat dorongan M Hadi Setiawan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri. Cak Hadi sapaan akrabnya mendorong agar intervensi gizi pemerintah untuk generasi penerus itu dapat terus dipacu sehingga perkembangan bagi generasi penerus semakin lebih baik.

“Apa yang disampaikan oleh Mas Sarmuji tadi bahwa gizi itu penting, tidak bisa dirasakan sekarang hasilnya tetapi jangka depan. Dan kita kelihatan dari anak-anak kita kan lebih tinggi, lebih besar daripada kita, itu menunjukkan bahwa gizi kita yang terjamin, anak-anak pun akan mendapatkan jaminan gizi dalam tubuhnya membuat tumbuh kembangnya itu semakin baik,” kata Cak Hadi.

Hingga saat ini ada sebanyak 162 SPPG di Kabupaten Kediri dan 51 SPPG di Kota Kediri dan diproyeksikan akan terus bertambah. Cak Hadi mengajak kepada seluruh pihak untuk menyukseskan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu. Termasuk bersama-sama mengawal realisasi program MBG agar tepat sasaran.

“Apabila memang ada kejadian-kejadian di bawah yang itu yang tidak dikehendaki oleh semuanya, ini memang harus ditertibkan, diawasi bersama-sama. Dan kami sampaikan di sini tadi mari kita jaga program ini, kita awasi bersama-sama untuk menjadi yang lebih baik,” pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Program Makan Bergizi Gratis Badan Gizi Nasional Pemkab Kediri Sarmuji M. Hadi Setiawan Anggota DPRD Provinsi Jatim Anggota DPR RI DPP Partai Golkar