Investasi Kota Kediri 2025 Tumbuh 7,57 Persen, Realisasi Rp1,663 Triliun dan Serap 23.468 Tenaga Kerja

5 Maret 2026 19:18 5 Mar 2026 19:18

Thumbnail Investasi Kota Kediri 2025 Tumbuh 7,57 Persen, Realisasi Rp1,663 Triliun dan Serap 23.468 Tenaga Kerja

Potret Mal Pelayanan Publik Kota Kediri (Foto: Angga/Ketik.com)

KETIK, KEDIRI – Realisasi investasi Kota Kediri tahun 2025 menguat. Berdasarkan data komparatif tahun 2024, investasi di Kota Tahu tumbuh 7,57 persen. Kota Kediri mencatatkan angka realisasi investasi Rp1,663 triliun serta menyerap 23.468 tenaga kerja.

“Tahun 2024 total realisasi investasi Kota Kediri Rp 1,546 Triliun, 2025 naik 7,57 persen,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri, Edi Darmasto, Kamis 5 Maret 2026.

Capaian itu bersumber 23 sektor usaha dengan total unit usaha sebanyak 9.817 unit yang menyerap 23.468 tenaga kerja. Kontribusi terbesar investasi berasal dari pelaku usaha yang melaporkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dengan nilai Rp 1,035 triliun (±62%).

“Namun Usaha Mikro Kecil (UMK) tetap berperan signifikan dalam jumlah unit usaha dan penyerapan tenaga kerja dengan nilai Rp 627,6 miliar (±38%),” imbuhnya.

Dilihat dari faktor yang paling memengaruhi pertumbuhan investasi, urutan paling tinggi yakni perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp 187,5 miliar, transportasi, gudang dan telekomunikasi naik sebesar Rp82,7 miliar serta pembangunan Jalan Tol Kediri Tulungagung yang memiliki akses utama ke Bandara Dhoho Kediri.

Sementara dilihat dari sisi jumlah unit usaha, struktur investasi cukup seimbang antara sektor jasa, perdagangan, transportasi, dan properti. Kemudian dari sisi penyerapan tenaga kerja menunjukkan dampak ekonomi riil.

“Sektor dengan investasi terbesar, paling tinggi dari transportasi, gudang dan telekomunikasi, kedua perdagangan dan reparasi, ketiga perumahan, kawasan industri dan perkantoran, keempat jasa lainnya dan kelima hotel dan restoran,” jelasnya.

Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kota Kediri. Stabilitas regulasi, kemudahan perizinan, serta komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan yang cepat dan transparan menjadi faktor penting yang menopang kenaikan nilai investasi tersebut.

“Kami memiliki strategi dalam mencapai nilai investasi tersebut, antara lain melalui penyederhanaan dan percepatan perizinan, memberikan pelayanan proaktif dan pendampingan investor, menyediakan data dan informasi peluang investasi, melakukan promosi dan kerja sama investasi, menyiapkan iklim usaha yang kondusif, membangun zona integritas dari predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), menjalankan enam kebijakan mutu sesuai ISO 9001- 2015,” terangnya.

Kenaikan nilai investasi ini tidak hanya menggambarkan pertumbuhan kuantitatif, tetapi juga mengindikasikan adanya penguatan struktur ekonomi daerah menuju kegiatan usaha yang bernilai tambah lebih tinggi. Hal tersebut menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Kota Kediri dalam jangka menengah dan panjang.

Melihat tren yang terus meningkat, Kota Kediri membuka peluang seluas-luasnya bagi investor, baik dari dalam maupun luar daerah, untuk menanamkan modalnya. Posisi strategis di wilayah Jawa Timur, dukungan infrastruktur yang terus berkembang, serta pasar yang dinamis menjadikan Kota Kediri sebagai lokasi yang prospektif untuk ekspansi usaha. Pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan kepastian hukum, kemudahan layanan perizinan, serta pendampingan investasi yang responsif dan profesional.

“Dengan fondasi ekonomi yang kuat dan tren investasi yang positif, Kota Kediri menawarkan kombinasi antara potensi pasar, efisiensi usaha, dan dukungan kebijakan yang kompetitif. Momentum pertumbuhan ini menjadi waktu yang tepat bagi investor untuk mengambil bagian dalam pengembangan ekonomi daerah dan meraih peluang bisnis yang berkelanjutan,” tambahnya.

Di tahun 2026 ini, Pemkot Kediri menargetkan capaian investasi lebih besar dengan sektor prioritas yakni Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) khususnya yang terkait dengan program unggulan Walikota Kediri. Yaitu Kediri City Tourism (D’CITO ), sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi, dan sektor perdagangan.

“Kami optimis target investasi Kota Kediri tahun 2026 sebesar Rp 1,6 triliun bisa tercapai,” pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

DPMPTSP Kota Kediri Mal Pelayanan Publik Kota Kediri Pemkot Kediri Diskominfo Kota Kediri Mbak Wali Vinanda Prameswati gus qowim Qowimuddin Thoha Investasi Kota Kediri