Bangun Rumah Pohon di Kuburan, Desa Adat Buleleng Jadikan Destinasi Wisata Heritage

1 Februari 2026 14:41 1 Feb 2026 14:41

Thumbnail Bangun Rumah Pohon di Kuburan, Desa Adat Buleleng Jadikan Destinasi Wisata Heritage

Desa Adat Buleleng mengingat kembali sejarah dengan membangun kembali rumah pohon yang dulu digunakan untuk mengintai kedatangan kapal belanda, rumah pohon ini terletak di Kawasan Kuburan Desa Adat Buleleng (Foto: Dok. Narasumber)

KETIK, BULELENG – Satu peninggalan perjuangan kemerdekaan di Buleleng kembali dibangun di Kawasan Setra atau Kuburan Desa Adat Buleleng Bali. Peninggalan sejarah perjuangan itu berupa rumah pohon yang dibangun diatas pohon kepuh yang diperkirakan berusia ratusan tahun.

Bila dulu rumah diatas pohon tersebut dijadikan sebagai pos pengintai kedatangan kapal belanda di Pelabuhan Buleleng, kini Desa Adat Buleleng membangun kembali dijadikan sebagai destinasi wisata heritage yang berada dalam satu kawasan dengan Setra atau kuburan.

Rumah pohon bersejarah tersebut telah direnovasi sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah sekaligus pengembangan wisata budaya. Renovasi dilakukan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai historis dan kearifan lokal agar cerita masa lalu yang melekat pada bangunan tersebut tidak hilang oleh waktu.

“Rumah ini memiliki sejarah yang bermakna bagi masyarakat Buleleng. Dahulu difungsikan sebagai pos pengintaian kapal yang masuk ke pelabuhan, namun kini akan menjadi spot pariwisata heritage yang sangat edukatif,” sebut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardani Sutjidra usai meresmikan rumah pohon, Minggu 1 Februari 2026 disela-sela pelaksanaan program Aksi Kulkul PKK.

Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna, menjelaskan bahwa rumah pohon di Setra Desa Adat Buleleng akan diarahkan menjadi salah satu daya tarik wisata berbasis sejarah dan budaya di Kota Singaraja. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan penambahan tangga agar masyarakat dapat naik ke rumah pohon.

“Ke depan, rumah pohon ini tidak hanya menjadi tempat berphoto, tetapi juga sebagai ruang edukasi yang menceritakan peran penting Buleleng pada masa lalu, khususnya terkait sejarah pelabuhan dan perjuangan masyarakat dalam menjaga wilayah,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengelola Setra Desa Adat Buleleng, Ketut Suryada, berharap keberadaan rumah pohon tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Buleleng, khususnya dalam pengembangan city tour Kota Singaraja.

“Kami bertanggung jawab untuk memelihara setra dan juga rumah pohon ini. Kami berharap kunjungan ke rumah pohon ini ramai sehingga masyarakat luas mengetahui sisi sejarah Buleleng,” jelasnya.

Renovasi atau perbaikan rumah pohon untuk wisata itu dimulai pada Jumat 18 Januari 2026. Proses pembenahan dilakukan secara hati-hati agar karakter asli bangunan tetap terjaga, sekaligus aman dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan. (*)

Tombol Google News

Tags:

rumah pohon kuburan