Awali Dengan Perayaan Shejit YM Toa Kongco Tan Hu Cin Jin

Umat Tri Dharma di Singaraja Siapkan Imlek 2577

3 Februari 2026 10:20 3 Feb 2026 10:20

Thumbnail Umat Tri Dharma di Singaraja Siapkan Imlek 2577

Umat Tri Dharma di Singaraja melakukan persembahyangan di TITD Ling Gwan Kiong. (Foto: Suartha/Ketik.com)

KETIK, BULELENG – Umat Tri Dharma di Kota Singaraja mulai melakukan persiapan menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Persiapan tersebut diwujudkan melalui sejumlah rangkaian persembahyangan yang digelar di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Seng Hong Bio dan TITD Ling Gwan Kiong.

Rangkaian ibadah dan ritual keagamaan ini menjadi bagian penting dalam tradisi menyambut Imlek. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan Dewa-Dewi, kegiatan tersebut juga dimaknai sebagai upaya menjaga nilai-nilai kebersamaan dan toleransi antarumat.

Ketua TITD Ling Gwan Kiong, Wirasanjaya, mengatakan bahwa perayaan Imlek tahun ini mengusung tema Harmoni Imlek Nusantara. Tema tersebut dipilih untuk memperkuat persaudaraan dan keharmonisan masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Pernyataan itu disampaikan di sela-sela persembahyangan perayaan hari ulang tahun ke-153 bertahtanya Yang Mulia (YM) Toa Kongco Tan Hu Cin Jin, Senin, 2 Februari 2026.

"Melalui perayaan Imlek ini, kita ingin menjalin hubungan yang harmonis di Nusantara. Kita tetap merayakan tradisi ini sesuai dengan rangkaian acara yang telah turun-temurun," ujar advokat yang akrab disapa Tjong San itu.

Foto Umat Tri Dharma di Singaraja melakukan persembahyangan di TITD Ling Gwan Kiong (suartha)Umat Tri Dharma di Singaraja melakukan persembahyangan di TITD Ling Gwan Kiong (Foto: Suartha/Ketik.com)

Ia menjelaskan, rangkaian perayaan Imlek akan dimulai pada 10 Februari 2026 atau tujuh hari sebelum puncak tahun baru Imlek. Pada hari tersebut akan dilaksanakan ritual Mengantar Dewa Naik, yakni prosesi simbolik untuk menghantarkan para Dewa-Dewi menghadap Sang Pencipta guna melaporkan perjalanan kehidupan manusia selama satu tahun terakhir.

Puncak perayaan Imlek akan berlangsung pada Senin malam, 16 Februari 2026. Untuk mengantisipasi kepadatan umat dan menjaga kenyamanan persembahyangan, pihak klenteng membagi sesi sembahyang bersama ke dalam tiga waktu, yaitu pukul 19.00, 20.00, dan 21.00 WITA, sebelum memasuki pergantian tahun pada tengah malam.

Pada momen tersebut, rangkaian acara akan diisi dengan pementasan tarian barongsai, penyalaan petasan dan kembang api, serta sembahyang bersama untuk memohon tuntunan dan keberkahan dalam memasuki Tahun Kuda Api.

Rangkaian perayaan Imlek kemudian akan ditutup dengan perayaan Cap Go Meh pada 3 Maret 2026. Dalam perayaan tersebut, umat Tri Dharma akan melaksanakan ritual Tolak Bala massal atau Chiswak yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WITA.

"Ritual ini bertujuan untuk melakukan penyelarasan hidup bagi umat yang shio-nya bertentangan dengan siklus tahun ini (Tahun Kuda). Shio yang mengalami Ciong besar adalah Kuda dan Tikus, sedangkan Ciong kecil adalah Kelinci dan Ayam," jelasnya.

Tjong San menegaskan bahwa perayaan Imlek merupakan tradisi budaya masyarakat Tionghoa yang bersifat universal dan tidak semata-mata ritual keagamaan. Penegasan tersebut sejalan dengan Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2002 yang menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional dan bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia

Tombol Google News

Tags:

imlek tri dharma buleleng bali