KETIK, GRESIK – Gresik - Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Gresik menggelar perayaan Natal bersama dengan tema "Mewujudkan Harmoni Antar Umat Beragama Menuju Gresik Lebih Maju" di Graha Kartini Ballroom, Senin, 26 Januari 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh ribuan jemaat dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, Dandim Gresik, Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Ketua DPRD Gresik, M. Syahrul Munir, Ketua Panitia Natal, Agustin Halomoan Sinaga, Ketua Umum BAMAG, Pdt. Royke William David, serta tokoh agama lainnya.
Wabup Gresik, Asluchul Alif, menekankan pentingnya menjaga keberagaman sebagai identitas dan kekuatan utama pembangunan di Kabupaten Gresik.
"Gresik adalah rumah bagi banyak suku, agama, dan budaya. Keberagaman ini adalah kekayaan kita, dan tugas kita bersama adalah menjaga agar keberagaman itu menjadi sumber kekuatan, bukan perpecahan," ujarnya.
Alif menjelaskan bahwa keharmonisan harus melampaui sekadar toleransi. Menurutnya, rasa saling menghargai dan membantu antar warga akan menjadi katalisator bagi kelancaran pembangunan di sektor ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.
"Harmoni antar umat beragama bukan sekadar toleransi. Lebih dari itu, kita saling menghargai, saling memahami, dan saling membantu. Gresik yang maju adalah Gresik yang bersatu, di mana setiap warganya merasa aman, dihargai, dan nyaman hidup berdampingan," imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Gresik juga memberikan apresiasi tinggi kepada BAMAG atas kontribusinya dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui dialog antar umat beragama.
"Saya ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BAMAG Kabupaten Gresik. Peran aktif teman-teman dalam membangun komunikasi antar umat beragama, mendukung dialog, dan menebarkan kedamaian sangatlah berharga," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Natal Bersama Gresik, Agustin Halomoan Sinaga, menegaskan bahwa perayaan Natal BAMAG tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga ajang mempererat persaudaraan dan kebersamaan.
"Kegiatan ini mampu menjadi contoh nyata bahwa keberagaman dapat dirawat melalui semangat toleransi dan saling menghormati," ujarnya.
Untuk perayaan tahun ini, kata Sinaga bernuansa kebangsaan yang dihadirkan dalam perayaan Natal tahun ini menjadi simbol kuat bahwa nilai-nilai keimanan sejalan dengan semangat persatuan.
"Kami apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga organisasi lintas agama yang ikut mendukung suksesnya acara," pungkasnya. (*)
