KETIK, SURABAYA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan sembilan program studi (prodi) baru Program Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis (PPDS). Hal ini sebagai upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di Indonesia.
Sembilan prodi tersebut dibuka di tiga fakultas kedokteran di Surabaya, yakni Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Universitas Hang Tuah, dan Universitas Ciputra Surabaya.
Peluncuran dilakukan secara serentak di Kampus B Unusa pada Sabtu, 21 Februari 2026, dengan dukungan akademik dari Universitas Airlangga serta Universitas Sebelas Maret sebagai fakultas kedokteran pembina.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Khairul Munadi, mengatakan pembukaan PPDS baru ini merupakan bagian dari program percepatan pemerataan tenaga medis spesialis melalui Sistem Kesehatan Akademik.
“Indonesia masih menghadapi kekurangan dokter spesialis dalam jumlah besar, yang berdampak langsung pada akses dan mutu layanan kesehatan masyarakat. Karena itu, pemerintah mempercepat pembukaan prodi PPDS dan memperkuat kemitraan pendidikan agar distribusi dokter spesialis lebih merata,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga awal 2026 pemerintah telah melampaui target pembukaan prodi baru yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto. Dari target awal 148 program studi, realisasinya telah mencapai sekitar 160 prodi baru secara nasional.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan dokter spesialis sekaligus memperluas akses layanan kesehatan berkualitas, terutama di daerah yang selama ini masih kekurangan tenaga medis.(*)
