Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo Launching 27 Januari; Parkir Kendaraan Pakai Tarif Khusus

23 Januari 2026 18:03 23 Jan 2026 18:03

Thumbnail Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo Launching 27 Januari; Parkir Kendaraan Pakai Tarif Khusus

Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo sisi timur yang berbatasan dengan Jalan A. Yani, Sidoarjo. Area tersebut dilarang untuk digunakan sebagai parkiran kendaraan. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

KETIK, SIDOARJO – Ini penting bagi para pengunjung Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo. Menjelang pembukaan ruang terbuka hijau (RTH) terluas di Jawa Timur tersebut pada 27 Januari 2026, Pemkab Sidoarjo menyiapkan sejumlah konsep penataan dan tata tertib untuk pengunjung Alun-Alun Jayandaru. Parkir ditata khusus.

Konsep penataan parkir di kawasan Alun-Alun Jayandaru itu dibeberkan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo Budi Basuki saat rapat di Ops Room Sekkab Sidoarjo pada Kamis (22 Januari 2026).

Hadir dalam rapat tersebut, Asisten 2 Pemkab Sidoarjo Bahrul Amig, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Arif Mulyono, Kadishub Sidoarjo Budi Basuki, Kepala Diskominfo Eri Sudewo, Kepala Disporapar Yudhi Irianto, Kepala Perpustakaan Rudi Setiawan, Kepala Satpol PP  Yany Setyawan, dan lain-lain. Ada pula mantan Wakil Bupati Sidoarjo yang kini juga menjadi Kepala Takmir Masjid Agung Sidoarjo Hadi Sutjipto.

Budi Basuki menyatakan Dishub Sidoarjo telah menyiapkan rambu-rambu, marka jalan, maupun petugas yang siap melayani pengunjung Alun-Alun Jayandaru setiap hari. Termasuk, saat akhir pekan (weekend). Jumlah pengunjung diperkirakan membeludak.

Salah satu poin penting penataan parkir itu menyangkut larangan parkir seluruh kendaraan di Jalan A. Yani sisi timur Alun-Alun Jayandaru. Sepanjang Jalan A. Yani dari arah Yos Sudarso hingga pertigaan dengan pertigaan Jalan Mayjen Sungkono dan Jalan Jengolo tidak boleh digunakan untuk parkiran kendaraan.

”Sisi timur (Jalan A. Yani) dilarang parkir semua,” kata Budi Basuki.

Foto Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo Budi Basuki menjelaskan penataan parkir, termasuk parkiran Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo, kepada wartawan setelah rapat di Pemkab Sidoarjo pada Kamis (22 Januari 2026). (Foto: Fathur Rozi/Ketik.com)Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo Budi Basuki menjelaskan penataan parkir, termasuk parkiran Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo, kepada wartawan setelah rapat di Pemkab Sidoarjo pada Kamis (22 Januari 2026). (Foto: Fathur Rozi/Ketik.com)

Lalu, di mana saja titik parkir yang disiapkan untuk pengunjung Alun-Alun Jayandaru? Dishub Sidoarjo menyiapkan kantong-kantor parkir di sisi selatan alun-alun, Jalan Gubernur Suryo. Dari timur hingga ke barat. Lahan parkir juga tersedia di sepanjang Jalan Sultan Agung. Dari selatan hingga ke utara.

Parkiran bagian tengah tetap dikelola oleh Takmir Masjid Agung Sidoarjo. Sisi utara dan selatan dipegang langsung oleh rekanan Dishub Sidoarjo. Semua petugas resmi dan berseragam rompi.

Adapun Jalan Tjokronegoro dikosongkan dari area parkir kendaraan. Baik sisi utara maupun selatan. Kawasan itu digunakan untuk parkir jika ada kegiatan dan acara penting di dalam Pendopo Delta Wibawa. Itu pun hanya menempel di sisi utara. Sisi lain Jalan Tjokronegoro dilos untuk arus lalu lintas dua arah.

”Di sini juga akan dibuat zebra cross. Antara Pendopo (Delta Wibawa) dan Paseban,” tambah Budi Basuki.

Kantong parkir lain cukup luas bisa disediakan di bekas lokasi Samsat Drive Thru. Lahan tersebut berada di seberang Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo. Sebelah kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sidoarjo.

”Yang kelola bisa dispora atau dishub. Yang pasti karcis resmi,” jelas Budi Basuki.

Tarif Parkir Khusus

Untuk pengelolaan parkir di kawasan Alun-Alun Jayandaru, Dishub Sidoarjo memasang rambu-rambu area parkir. Beserta tarif parkir resminya. Masing-masing Rp 3 ribu untuk kendaraan roda dua (R2) dan Rp 5 ribu untuk roda empat (R4).

Tarif parkir tersebut berbeda dengan tarif parkir di tepi jalan umum. Yaitu, Rp 2 ribu untuk R2 dan Rp 4 ribu untuk R4. Dishub Sidoarjo berencana menggunakan alat pembayaran QRIS. Kerja sama sedang dikoordinasikan dengan Bank Jatim.

Untuk seluruh area parkir di Alun-Alun Jayandaru, lanjut Budi Basuki, Dishub Sidoarjo menugasi petugas-petugas resmi. Baik juru parkir utama maupun juru parkir pembantu. Seluruhnya wajib menggunakan rompi dan atribut resmi.

”Kalau ada yang tidak mengenakan atribut resmi, silakan dilaporkan ke kami,” tegasnya.

Foto Salah satu kantong parkiran di Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo (kiri) yang akan dibuka dengan tarif parkir khusus dan petugas resmi Dishub Sidoarjo. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)Salah satu kantong parkiran di Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo (kiri) yang akan dibuka dengan tarif parkir khusus dan petugas resmi Dishub Sidoarjo. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Tentang pengaturan parkir, Ketua Takmir Masjid Agung Sidoarjo Hadi Sutjipto membenarkan bahwa pengelolaan parkir bagian tengah di Jalan Sultan Agung masih diperlukan oleh petugas dari Masjid Agung.

Takmir Masjid Agung Sidoarjo juga berharap zebra cross antara masjid dan alun-alun diperjelas. Diperlukan pula lampu flashing untuk peringatan agar pengendara berhati-hati saat melewati Jalan Sultan Agung.

”Terutama dari arah selatan, biasanya banter-banter. Banyak yang ngebut,” terang Pak Tjip yang mantan Wakil Bupati Sidoarjo tersebut.

Menjawab permintaan itu, Kadishub Budi Basuki mengatakan belum punya anggaran untuk penyediaan pelican crossing signal. Yang ada baru penebalan marka-marka. Pak Tjip pun menyatakan siap membantu untuk melobi kepada pihak-pihak yang memungkinkan membantu penyediaan lampu peringatan itu

”Pergerakan orang luar biasa. Tujuan kami agar penyeberang jalan selamat,” tambahnya.   

Kepala Satpol PP Sidoarjo Yany Setyawan pun menyampaikan hal-hal yang perlu antisipasi. Dia menanyakan kemungkinan wisatawan yang datang ke Alun-Alun Jayandaru dengan naik kereta kelinci.

”Kalau kereta kelinci di mana parkirnya,” ujar Yany Setyawan.

Pertanyaan itu pun dijawab oleh Asisten 2 Pemkab Sidoarjo Bahrul Amig. Menurut dia, hal-hal yang lebih teknis bisa dibicarakan lebih dalam antarinstansi.

”Semangat kita adalah sama-sama mencari solusi yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Bahrul Amig. (*)

Tombol Google News

Tags:

Alun-Alun Jayandaru Alun-Alun Sidoarjo Monumen Jayandaru Parkir Alun-Alun Sidoarjo Dinas Perhubungan Sidoarjo Budi Basuki Sidoarjo