KETIK, JOMBANG – Ambruknya atap kanopi Pasar Ploso Jombang sepanjang kurang lebih 15 meter menyisakan tanda tanya besar. Ini lantaran, proyek revitalisasi Pasar Ploso Jombang dengan anggaran Rp3,9 miliar tersebut belum genap tiga bulan dikerjakan.
Direktur CV Panama Karya, Amal Fathulloh, selaku kontraktor pelaksana proyek revitalisasi Pasar Ploso Jombang, l mengakui adanya persoalan teknis dalam kejadian ambrolnya kanopi Pasar Ploso Jombang.
Namun, dia berkilah jika kondisi bangunan lama Pasar Ploso Jombang sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kekuatan struktur.
“Dinding lama Pasar Ploso itu banyak yang sudah tidak bagus, bahkan ada yang ‘loss’ sehingga pemasangan tidak bisa rapat dan kurang maksimal,” terangnya soal konstruksi Pasar Ploso Jombang.
Amal memastikan pihaknya segera melakukan penguatan ulang pada titik tumpu kanopi Pasar Ploso Jombang agar kejadian serupa tidak kembali terulang. “Ke depannya akan kami perkuat lagi pemasangannya,” tegas dia.
Perbaikannya, lanjut dia, dkerjakan permanen usai libur Lebaran 2026 mengingat keterbatasan tenaga kerja menjelang Hari Raya Idulfitri sehingga menjadi salah satu kendala teknis.
“Perbaikan akan kami lakukan setelah Lebaran, kemungkinan Senin atau Selasa pekan depan. Saat ini masih menjadi tanggung jawab kami karena proyek Pasar Ploso Jombang masih dalam masa pemeliharaan,” jelasnya.
Sebagai langkah sementara dalam penanganan kanopi Pasar Ploso Jombang ambrol, kontraktor berencana memasang penyangga tambahan di bagian selatan. Upaya ini disebut untuk memberikan rasa aman bagi pedagang yang tetap beraktivitas di sekitar lokasi proyek revitalisasi Pasar Ploso Jombang.
Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting, Yustinus Harris Eko Prasetijo, mengaku telah meninjau langsung ke lokasi. “Sejak setelah subuh sekitar pukul 05.30 kami sudah meninjau lokasi bersama asisten dan inspektur, sekaligus memanggil kontraktor proyek Pasar Ploso Jombang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penanganan awal kanopi Pasar Ploso Jombang langsung dilakukan pada hari sama. “Tadi perbaikan sudah mulai dikerjakan,” tegasnya.
Sementara itu, insiden ambrolnya kanopi Pasar Ploso Jombang ini menambah daftar evaluasi terhadap proyek revitalisasi pasar rakyat di kabupaten setempat. Saat ini, tentu publik menanti langkah konkret perbaikan dan jaminan keamanan agar aktivitas pedagang kembali berjalan normal, aman dan tanpa rasa cemas. (*)
