112 Tahun Kota Malang: Dari Desa Kecil di Tepi Hutan hingga Kota Metropolitan

1 April 2026 07:00 1 Apr 2026 07:00

Thumbnail 112 Tahun Kota Malang: Dari Desa Kecil di Tepi Hutan hingga Kota Metropolitan

Seorang pelajar sedang mengamati tugu titik nol kilometer Kota Malang, Selasa, 31 Maret 2026. Pada titik nol perjalanannya, Kota Malang merupakan sebuah desa kecil di tepi hutan, di timur Gunung Kawi. (Foto: Dendy/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Kota Malang akan memasuki tahapan baru dalam usianya yang menginjak 112 tahun pada 2026 ini. Kota terbesar kedua di Jawa Timur ini menjadi salah satu yang diusulkan menjadi kota metropolitan, bersama dengan Surabaya, Pekanbaru, dan Yogyakarta.

Nama Malang dipastikan lebih tua dari 112 tahun. Paling tidak, nama ini sudah muncul sejak lebih dari 800 tahun silam.

Pada awal perjalanannya, wilayah yang saat ini menjadi Kota Malang merupakan hutan belantara. Di tengah hutan tersebut mengalir Sungai Brantas yang menjadi penunjang kehidupan wilayah ini.

Di tepian hutan tersebut berdiri sejumlah desa. Salah satu desa tersebut bernama Desa Malang. Desa Malang diduga berada di wilayah yang saat ini bernama Kotalama, di timur Brantas.

"Nama Malang sendiri sudah dikenal dalam Prasasti Ukir Negara yang diterbitkan pada tahun 1198 M. Di situ disebutkan bahwa ada sebuah desa bernama Malang," ucap arkeolog Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono.

Wilayah di sekitar desa tersebut, menurut Dwi, terdapat hutan yang dipenuhi hewan buruan. Dalam Prasasti Ukir Negara, wilayah Malang ini dianugerahkan oleh Sri Digjaya Resi kepada Dyah Liswa.

Menurut Dwi, nama Desa Malang tersebut tak lepas dari keberadaan sebuah gunung yang tak jauh dari desa tersebut. Gunung tersebut kini dikenal dengan nama Gunung Buring.

"Gunung ini dinamai Gunung Malang karena posisinya melintang, tidak tepat membujur antara timur dan barat, juga tidak pas membujur dari utara ke selatan. Bahasa Jawanya malang," ucap Dwi.

Menurutnya, dalam peta topografi kuno yang dikeluarkan pada tahun 1811, Gunung Buring masih bernama Gunung Malang.

"Baru setelah ada Desa Buring, gunung ini disebut sebagai Gunung Buring. Sebelumnya, paling tidak sampai era Raffles, namanya adalah Gunung Malang yang menjadi asal nama wilayah Malang," papar Dwi.

Gunung Malang sendiri menjadi salah satu orientasi dalam pembangunan wilayah Malang. Menurut Dwi, keberadaan gunung tersebut berpengaruh terhadap ruas-ruas jalan yang berada di wilayah Kota Malang.

"Tidak ada jalan yang benar-benar sejajar utara–selatan. Ini karena 'malang'-nya Gunung Malang tersebut," tandasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

112 tahun Kota Malang HUT Kota Malang Sejarah Kota Malang Toponimi Malang Dwi Cahyono Universitas Negeri Malang